Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Pakar Kemukakan Empat Langkah Penanganan Polio

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pakar Kemukakan Empat Langkah Penanganan Polio Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama.

Jakarta - Gerak cepat. Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan empat langkah penanganan polio yang harus menjadi perhatian menyusul ditemukannya kasus polio di Purwakarta, Jawa Barat.

"Setidaknya ada empat hal yang perlu dilakukan sekarang ini sebagai respons cepat penemuan kasus polio di Purwakarta," kata Prof Tjandra Yoga Aditama dihubungi di Jakarta, Jumat.

Pertama, kata dia, perlunya penggalakkan vaksinasi, dalam dua bentuk yaitu pertama,outbreak resonse immunization(ORI) dan kedua, vaksinasi massal penduduk.

"Kedua, selain melakukan vaksinasi, pemerintah daerah juga harus melakukan surveilans atau pengamatan yang dilakukan secara terus menerus yang bertujuan untuk menemukan kemungkinan kasus," katanya.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu menambahkan, surveilans dapat dilakukan melalui dua bentuk yakni surveilan AFP (acute flaccid paralysis) untuk menemukan kemungkinan kasus.

Selain itu, surveilans lingkungan untuk mencarivaccine derivedpolio virus (VDPV) di lingkungan.

Tjandra yang pernah menjabat Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu menambahkan, langkah ketiga, adalah melakukan penanganan lebih lanjut terhadap pasien yang terkonfirmasi polio.

Keempat, menurut Guru Besar FKUI itu, perlu dilakukan pengamatan lebih mendalam di berbagai daerah lain di Indonesia.

"Mengingat kini sudah ada laporan dari Aceh dan Purwakarta, sehingga perlu dilakukan pengamatan mendalam guna memastikan kondisi di wilayah lainnya," katanya.

Sementara itu, Sekda Purwakarta Norman Nugraha mengatakan pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Anak Nasional Polio akan digelar di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menyusul ditemukannya kasus polio di daerah tersebut.

Dia menyampaikan, untuk mengantisipasi munculnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, secara teknis, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perwakilan WHO Indonesia dan Kementerian Kesehatan.

"Kedatangan WHO diharapkan dapat meningkatkan capaian imunisasi di Purwakarta serta pelaksanaan Sub PIN Polio di Purwakarta dapat sukses dengan cakupan lebih dari 95 persen," kata Norman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.