Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Butuh Kolaborasi, Kemenkes: Stigma Buruk Perumit Penanganan Tuberkulosis di Indonesia

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Butuh Kolaborasi, Kemenkes: Stigma Buruk Perumit Penanganan Tuberkulosis di Indonesia Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam Konferensi Pers yang diikuti di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Jakarta - Butuh kolaborasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa adanya stigma buruk dalam masyarakat terhadap pasien penderita Tuberkulosis (TB) telah memperumit penanganan TB di Indonesia.

"Tantangan utama dari TB itu, pertama, masyarakat masih ada yang mempunyai stigma. Maludikatakan TB, dianggap penyakit masyarakat yang tidak mampu," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menanggapi meninggalnya seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akibat TB, Nadia menuturkan sampai saat ini penanganan penyakit TB masih menjadi program prioritas di Kemenkes.

Sayangnya, dalam kasus kematian tersebut, ia mengatakan ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang enggan untuk melapor. Selain stigma dalam masyarakat, terdapat kemungkinan bila almarhum sedang memiliki daya tahan tubuh yang rendah akibat kelelahan.

Selain itu, terdapat pula potensimahasiswa tersebut masih beradaptasi dengan gejala-gejala TB yang baru dirasakannya tersebut.

"Sudah ada karena baru, (ketika) mendapatkan pelayanan kesehatan dan biasanya tidak hanya paru. Tapi sudah meluas ke organ-organ lainnya (komplikasi)," ujarnya.

Nadia melanjutkan potensi lainnya yang memicu mahasiswa itu meninggal bisa jadi akibat stigma yang buruk, sehingga menyebabkan pasien telatke pelayanan kesehatan untuk berobat.

Ketika telah terdiagnosis TB, pasien sudah terlambat ditangani karena gejalanya yang timbul-hilang, seperti batuk-batuk, yang ketika meminum obat akan hilang lalu gejala kembali timbul selama berpekan-pekan.

"Kalau datang ke fasilitas kesehatan ditanyai batuk sudah berapa hari dan dijawab baru tiga hari hingga susternya juga sulit, sekarang kita lebih agresif lagi," ucapnya.

Dari kasus tersebut Nadia minta setiap pihak menjadikannya pelajaran. Ketika sudahbatuk berdahakberlebihan atau mengalami gejala TB, masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan sputum melalui mikroskopis dan pemeriksaan tes cepat untuk mendapatkan penanganan secepat mungkin sesuai diagnosis yang benar.

Sebelumnya, diberitakan seorang mahasiswa dari UMY yang berinisial UA (21),ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di daerah Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekitar sepekanyang lalu.

Diduga penyebab meninggalnya mahasiswa ituakibatpenyakit TB. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY Faris Al-Fadhat dalam keterangannya mengatakan, setelah kejadian tersebut pihaknya segera melakukan tindakan preventif agar kejadian tidak terulang di lingkungan kampusnya.

Salah satu cara yang dirinya beberkan adalah dengan melakukan skrining terhadap seluruh warga kampus mulai dari dosen hingga kalangan mahasiswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.