Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dokter Ungkap Pentingnya Terapkan Prinsip Asah, Asih, Asuh dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

📅 Rabu, 29 Mar 2023, 16:25 WIB | Oleh:
Dokter Ungkap Pentingnya Terapkan Prinsip Asah, Asih, Asuh dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak Doc: Parents/GETTY IMAGES / PEOPLEIMAGES
Ket. Ilustrasi

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Keumala Pringgardini mengajak para orang tua menerapkan prinsip "asah, asih, asuh" dalam merawat anak mereka, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Ia menilai periode tersebut sebagai masa emas bagi sang buah hati untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal.

"Di masa emas ini, kita harus betul-betul memperhatikan tumbuh dan kembang anak lewat asah, asih, asuh. Tidak cuma nutrisi, tetapi semuanya harus diperhatikan, jangan sampai terlewat," kata Keumala dalam acara bincang-bincang "The Best Care For the First 1000 Days" di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (29/3).

Keumala menjelaskan, prinsip "Asah" terkait dengan stimulasi yang diberikan orang tua kepada bayi, baik lewat kegiatan fisik maupun interaksi sosial.

"Lewat stimulasi kegiatan dan interaksi sosial yang tepat, maka pertumbuhan motorik dan kemampuan sosial anak dapat berjalan sesuai usianya," ucapnya.

Sementara prinsip "Asih", orang tua memberikan kasih sayang dan mengajak anak mengekspresikan perasaan dengan tepat sehingga pertumbuhan emosinya berjalan optimal.

"Tunjukkan kasih sayang lewat kontak langsung. Bisa dilakukan dengan mencium dan memeluk anak. Orang tua bisa ajak anak untuk bersama-sama mengungkapkan rasa sayang kepada sesama," ujar dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Siloam ASRI itu.

Sedangkan dengan "Asuh", kata Keumala, orang tua diajak mengasuh anak dengan memberikan perawatan yang tepat sehingga kesehatan fisik dan mentalnya bisa terjaga.

Dalam pemberian nutrisi, misalnya, orang tua harus belajar memberikan nutrisi terbaik lewat air susu ibu (ASI) eksklusif dan menyempurnakannya dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

Dari segi kesehatan, anak-anak sedari dini dilengkapi imunisasinya dan diajarkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), yang diharapkan mampu menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan hingga mereka dewasa.

"Ini semua harus terus dipantau. Anak harus diperhatikan, sesuai tidak tumbuh-kembangnya dengan indikator usianya. Jangan sampai kita melewatkan masa emas ini karena tentu tidak akan kembali lagi," tutur Keumala.

1.000 HPK juga penting untuk diawasi oleh orang tua, sejalan dengan program Kementerian Kesehatan, sebagai upaya pencegahan stunting. Adapun, stunting diakibatkan oleh kekurangan asupan gizi kronis atau berlangsung cukup lama.

Kasus stunting menjadi perhatian serius pemerintah karena menyebabkan gangguan pada penderitanya di masa depan, yakni perkembangan fisik dan kognitif yang tidak optimal.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kemenkes pada 2022 mencatat prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen.

Selain mengajak orang tua untuk fokus pada 1.000 HPK, pemerintah juga melakukan intervensi lewat program edukasi dan promosi, mulai dari siswi SMP hingga ibu hamil. Diharapkan pada 2024, prevalensi kasus stunting di Indonesia bisa turun menjadi 14 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.