Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berita Gembira, Kemlu Pastikan WNI Tak Terdampak Demo Antiperubahan Pensiun di Prancis

📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 01:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Kemlu Pastikan WNI Tak Terdampak Demo Antiperubahan Pensiun di Prancis Doc: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Ket. foto arsip - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Ogi Prastomiyono (keempat kiri) didampingi Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Kristrianti Puji Rahayu (ketiga kiri) berbincang dengan sejumlah pembicara di sela sesi foto bersama saat pembukaan Seminar Internasional ÒSinergi Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) dan Innovative Credit Scoring (ICS) dalam Mendorong Peningkatan Inklusi KeuanganÓ di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (16/3/2023).

Jakarta - Berita gembira. Kementerian Luar Negeri RI memastikan sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak langsung olehdemonstrasi menolak perubahan sistem pensiundi Prancis.

"KBRI Paris terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan masyarakat Indonesia," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha melalui pesan singkat, Jumat.

Dia mengimbau masyarakat Indonesia di Prancis agar tetap waspada dan berhati-hati dengan menghindari kerumunan massa, tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi, selalu memantau situasi dan arahan otoritas setempat, serta segera menghubungi KBRI Paris jika menghadapi keadaan darurat.

Masyarakat Indonesia bisa menghubungi hotline KBRI Paris pada nomor +33 6 21 12 21 09.

Polisi menembakkan gas air mata dan melawan kelompok anarkis berpakaian hitam di Paris dan di seluruh Prancis pada Kamis (22/3)ketika ratusan ribu pengunjuk rasa berbaris menentang rencana Presiden Emmanuel Macrondalam menaikkan usia pensiun.

Guru termasukyang melancarkan mogok bekerja, beberapa hari setelah pemerintah mendorong undang-undang menaikkan usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun.

Demonstrasi di pusat kota Paris umumnya berlangsung damai, tetapi kelompok anarkis "Blok Hitam" menghancurkan jendela toko, menghancurkan perabotan jalanan, dan menggeledah restoran McDonald's.

Bentrokan terjadi ketika polisi anti huru hara memukul mundur para anarkis dengan gas air mata dan granat kejut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan 149 petugas polisi terluka dan 172 orang ditangkap di seluruh negeri.

Namun, para demonstran bersumpah akan terus menggelar unjuk rasa hingga pemerintah membatalkan rencana perubahan usia pensiun itu mengingat usia pensiun di Prancis adalah yang paling lama di Eropa.

Selain itu, pemerintah juga akan menaikkan syarat jumlah tahun minimal warga bekerja untuk mendapatkan pensiun penuh.

Perubahan ini diusulkan untuk menambah pendapatan negara sebanyak 17,7 miliar euro.

Menurut serikat pekerja, masih banyak cara lain jika memang negara ingin meningkatkan pendapatan negara, seperti mengenakan pajak kepada orang super kaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.