Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memanas, AS Bertekad Tingkatkan Sanksi Terhadap Junta Myanmar

📅 Kamis, 23 Mar 2023, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memanas, AS Bertekad Tingkatkan Sanksi Terhadap Junta Myanmar Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Konselor Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet menyampaikan pengarahan kepada media di Jakarta, Rabu (22/3/2023).

Jakarta - Memanas, Konselor Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet mengatakan bahwa Washington bertekad untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dan ASEAN, termasuk meningkatkan sanksi terhadap junta militer Myanmar.

"Kami bertekad untuk terus meningkatkan tekanan terhadap junta dan membuat mereka makin sulit untuk mendapatkan sumber penghasilan yang mereka gunakan untuk membeli senjata yang memicu perang," kata Chollet kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan bahwa Myanmar saat ini berada di jalur yang dapat membawa mereka menjadi negara gagal di Asia Tenggara.

Chollet menyebut bahwa AS sejauh ini telah menjatuhkan sanksi terhadap 80 individu dan lebih dari 30 entitas di Myanmar.

"Kami akan terus memberikan sanksi tambahan," ujar dia.

Chollet menyampaikan bahwa AS telah berbicara dengan Indonesia untuk membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama guna membangun kembali peran kelompok oposisi pro-demokrasi di Myanmar demi terciptanya Myanmar yang demokratis.

Pada April 2021, ASEAN telah menyepakati rencana damai Konsensus Lima Poin, yang merupakan keputusan para pemimpin ASEAN setelah pertemuan khusus, yang juga dihadiri oleh pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, untuk membantu negara itu mengatasi krisis politiknya.

Konsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, serta menyediakan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Namun, dua tahun sejak kudeta militer terhadap pemerintahan terpilih Myanmar, tak ada kemajuan dari junta untuk menerapkan rencana perdamaian yang diinisiasi oleh ASEAN itu.

Amnesty Internasional pada awal bulan ini melaporkan bahwa junta Myanmar semakin gencar dalam melakukan serangan secara brutal untuk menekan para pengkritiknya dengan menyerang warga sipil, baik melalui darat maupun udara.

Amnesty Internasional menyerukan agar komunitas internasional untuk menyetop memasok senjata atau pun bahan bakar terhadap Myanmar.

Pasokan persenjataan dan bahan bakar, lanjut organisasi tersebut,membuat junta Myanmar dapat terus melakukan kejahatan perang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.