Rusia Jatuhkan Sanksi ke 23 Warga Inggris, termasuk Pejabat Militer dan Dokter
📅 Minggu, 19 Mar 2023, 15:32 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: istimewa
MOSKOW - Rusia menambah daftar nama yang dikenakan sanksi. Sebanyak 23 warga negara Inggris termasuk pejabat militer dan dokter dilarang masuk ke Rusia, kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam rilis yang disiarkan TASS.
"Sehubungan dengan penggunaan aktif instrumen sanksi dan pembatasan sepihak oleh pemerintah Inggris terhadap individu dan organisasi Rusia, serta upaya komprehensif Inggris Raya untuk memberikan dukungan militer dan teknis ke Ukraina, keputusan dibuat untuk memasukkan sejumlah perwakilan dari angkatan bersenjata Inggris, organisasi propaganda, peradilan dan sistem pemasyarakatan (semuanya 23 orang) dalam stop list Rusia," kata Kementerian Luar Negeri.
"Di antara mereka adalah perwira angkatan bersenjata Inggris yang terlibat dalam pelatihan personel militer Ukraina di Inggris untuk operasi tempur melawan tentara Rusia, termasuk komandan unit-unit yang merinci instruktur untuk tujuan ini."
Nama-nama warga negara Inggris yang kini dilarang memasuki Rusia termasuk manajemen Zinc Network Corporation, yang diwakili CEO Robert Elliott, Direktur Eksekutif Scott Brown, serta Direktur Eksekutif Riset dan Strategi Louis Brooke.
"Bertindak atas permintaan dari pemerintah Inggris, organisasi ini bekerja untuk mendiskreditkan jurnalis asing yang mengungkapkan sudut pandang berbeda dari narasi Barat yang diterima secara umum tentang peristiwa di Ukraina, memberi dukungan kepada media yang dianggap sebagai agen asing di Rusia, dan mempabrikasi konten anti-Rusia untuk didistribusikan ke media," kata Kementerian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian juga menyoroti bahwa pembatasan juga diberlakukan pada sejumlah hakim dan pejabat sistem pemasyarakatan Inggris yang terlibat dalam penganiayaan terhadap jurnalis independen.
"Secara khusus, dalam daftar nama tersebut termasuk pejabat pemasyarakatan senior dari Penjara Belmarsh dengan keamanan maksimum di London yang terkenal sering melakukan pelanggaran hak asasi manusia," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!