Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Penanganan Kekerdilan Anak, BKKBN Klaim Tren Prevalensi Stunting di NTT Dua Tahun Terakhir Turun

📅 Minggu, 19 Mar 2023, 22:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Penanganan Kekerdilan Anak, BKKBN Klaim Tren Prevalensi Stunting di NTT Dua Tahun Terakhir Turun Doc: ANTARA/dokumen
Ket. Ilustrasi penimbangan dan pengukuran anak balita.

Kupang - Perkuat penanganan kekerdilan anak. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengklaim bahwa dalam dua tahun terakhir prevalensi stunting atau kekerdilan di NTT mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.

"Laporan terakhir menyatakan saat ini ada 77.378 kasus stunting di NTT pada Agustus 2022 lalu dengan prevalensi 17,7 persen, sementara pada tahun 2021 prevalensi stunting di NTT ada pada angka 20,9 persen jadi alami penurunan," kata Kepala BKKBN Provinsi NTT Marianus Mau Kuru di Kupang, Minggu.

Prevalensi menurut KBBIadalahjumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah.

Marianus mengatakan hal tersebut saat hadir dalam acara penyambutan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang datang ke Kupang untuk mencanangkan pencegahan stunting secara nasional di Kupang pada Senin (20/3) besok.

Dia berharap agar prevalensi stunting di NTT kembali turun jika melihat angka penurunan yang terjadi selama 2021 dan 2022 tersebut. Oleh karena itu pemerintah NTT butuh intervensi dari semua stakeholder untuk menekan angka prevalensi di NTT.

Dia menjelaskan bahwa pada Februari 2023 juga telah dilakukan penimbangan atau pengukuran terhadap balita. Angka terbaru mengenai stunting itu akan dipublikasikan secara sah oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat setelah semua data dari kabupaten dan kota terkumpul.

"Diharapkan turun lagi menjadi 14 atau bahkan 13 persen. Harapan kita seperti itu karena dalam persiapan untuk operasi timbang kita semua sudah bergerak," kata dia.

Sasaran timbang untuk Februari ini pun mencapai 440 ribu anak dan sebelumnya BKKBN NTT mengedukasi agar semua keluarga yang memiliki balita dapat mengikuti operasi timbang.

Partisipasi balita untuk mengikuti operasi timbang ini diharapkan juga telah 100 persen sehingga dapat terdata seluruhnya.

Penanganan stunting ini pun kini diintervensi oleh semua sektor melalui berbagai program. Misalnya program orang tua asuh yang juga diterapkan oleh TNI Polri.

Bahkan pihaknya juga bergerak ke berbagai stakeholder termasuk melalui tokoh agama dan rumah ibadah termasuk dia berharap media juga dapat membuat berita-berita positif dalam mendukung upaya penurunan angka stunting.

Terkait upaya TNI AU untuk menurunkan angka stunting di NTT, dia mengatakan sangat mengapresiasi hal tersebut.

"Kita butuh kolaborasi semua pihak agar masalah stunting ini selesai," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.