Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Capital Outflow' Perlu Diwaspadai

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

SNB, pada Rabu (15/3), sudah berjanji menyuntik likuiditas ke Credit Suisse jika diperlukan. Komitmen menginjeksi likuiditas itu merupakan yang pertama bagi bank global sejak krisis keuangan lebih dari satu dekade lalu.

Lebih Rentan

Pengamat perbankan Eko B. Supriyanto, meminta pemerintah dan Otoritas Keuangan seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar berhati hati mengeluarkan statement terkait dampak penutupan dua bank di AS yaitu Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.

Sebab, secara psikologis perbankan di Indonesia itu rentan. Kalau ada satu bank yang bermasalah, bisa saja menyeret bank-bank lainnya. Sekecil apa pun krisis, apalagi kalau krisis besar dipastikan akan meluas.

"Makanya harus disiplin kasih komentar. Para pejabat dan politisi harus hati-hati keluarkan statement," kata Eko dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Universitas Paramadina di Jakarta, Jumat, (17/3) malam.

"Bedanya kita dan AS itu, di sana kalau ada bank yang bermasalah maka yang akan bantu banyak, koordinasinya jalan. Berbeda dengan di Indonesia, saat krisis akan saling lempar tanggung jawab. Kita berharap, supaya bank tetap menjaga kepercayaan nasabah dengan menjalankan tata kelola dengan baik dan prudent, supaya tidak terjadi lagi seperti saat krisis moneter 1997-1998, nasabah ramai-ramai menarik simpanannya dari bank atau rush," kata Eko.

Contohnya, First Republic Bank yang menghadapi krisis kepercayaan dari investor dan pelanggan menyusul kejatuhan perbankan di AS, akan menerima bantuan sebesar 30 miliar dolar dari 11 bank besar. Bank-bank besar tersebut termasuk JPMorgan Chase, Bank of America, Wells Fargo, Citigroup, dan Truist.

Suntikan dana tunai yang sangat dibutuhkan lembaga pemberi pinjaman San Francisco itu untuk memenuhi penarikan dana nasabah dan menopang kepercayaan pada sistem perbankan AS selama momen yang penuh gejolak bagi First Republic Bank.

Saham First Republic, yang dihentikan beberapa kali karena volatilitas pada Kamis, mengakhiri sesi dengan kenaikan 10 persen. First Republic Bank secara aktif mendiskusikan sejumlah opsi bagi kelangsungan hidupnya, kata orang-orang yang mengetahui masalah itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.