Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Capital Outflow' Perlu Diwaspadai

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
“Capital Outflow' Perlu Diwaspadai Doc: Sumber: BI - KORAN JAKARTA/ONES

» Perbankan di Indonesia secara psikologis rentan. Kalau ada satu bermasalah, bisa menyeret bank lainnya.

» The Fed diperkirakan akan melanjutkan kebijakan menaikkan suku bunga setelah menggaransi nasabah bank.

JAKARTA - Otoritas Pasar Keuangan harus mewaspadai potensi terjadinya pelarian modal keluar dari pasar keuangan dalam negeri seiring dengan naiknya imbal hasil (yield) Surat Utang Negara di Amerika Serikat (AS).

Selain itu, Bank Sentral AS, Federal Reserve (the Fed) sudah memberi sinyal akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) setelah pemerintah Joe Biden memutuskan untuk menjamin semua Dana Pihak Ketiga (DPK) dan memberi akses pinjaman yang lebih luas kepada bank yang membutuhkan likuiditas.

Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, di Jakarta, Jumat (17/3), mengatakan para investor surat berharga di AS memang masih dihadapkan pada pertanyaan apakah pemerintah akan memberikan dukungan kepada bank-bank global yang bermasalah.

"Kesediaan melakukan bailout (menalangi) kekurangan likuiditas di bank akan meningkatkan kepercayaan investor. Momentum tersebut akan dimanfaatkan oleh the Fed untuk menaikkan suku bunga acuan kembali," jelas Suhartoko.

Sebab itu, Bank Indonesia (BI) harus mewaspadai meningkatnya potensi capital outflow kembali yang tentu akan berdampak kepada pelemahan nilai tukar rupiah.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong, kepada Antara mengatakan meskipun kurs rupiah di pasar uang antarbank di Jakarta pada akhir pekan menguat di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS, namun tren itu akan tertahan.

"Kenaikan pada imbal hasil obligasi AS akan menahan penguatan rupiah lebih lanjut," kata Lukman.

Rupiah, pada Jumat, ditutup menguat 44 poin atau 0,29 persen ke level 15.345 rupiah per dollar AS dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 15.389 rupiah per dollar AS.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun berada pada level 4,218 persen dan tenor 10 tahun di 3,581 persen.

Ia memperkirakan rupiah berpotensi rebound terbatas. Sentimen pasar berbalik positif setelah ada harapan apabila bank-bank global yang bermasalah akan mendapatkan dukungan.

Sebelumnya, pemerintah AS akan menjamin nasabah Silicon Valley Bank (SVB), sedangkan Credit Suisse Bank di Swiss mendapatkan likuiditas dari bank sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.