Singapura dan Indonesia Mengajukan Permohonan kepada ICAO untuk Penataan Kembali Wilayah Udara
📅 Jumat, 17 Mar 2023, 00:08 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SINGAPURA - Singapura dan Indonesia pada Kamis (16/3) mengumumkan telahbersama-sama mengajukan permohonan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (Civil Aviation Organisation/ICAO) untuk menyetujui penataan kembali batas penerbangan kedua negara.
Didampingi Presiden Joko Widodo pada konferensi pers bersama, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan Singapura berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk menyelesaikan langkah selanjutnya dalam perjanjian pengelolaan wilayah udara, salah satu dari tiga perjanjian yang ditandatangani kedua pemimpin pada tahun 2022.
Dilansir oleh The Straits Times, perjanjian wilayah udara, bersama dengan perjanjian kerja sama pertahanan dan ekstradisi buronan, secara bersama-sama berada di bawah kerangka kerja yang diperluas yang ditandatangani oleh PM Lee dan Jokowi, ketika mereka bertemu di Bintan, Indonesia pada Januari 2022.
Menurut Lee, tiga kesepakatan tentang masalah yang sudah berlangsung lama ini akan membawa manfaat yang langgeng bagi kedua belah pihak.
"Hasil yang sukses mencerminkan hubungan bilateral kami yang kuat, dan menunjukkan bahwa Singapura dan Indonesia dapat memperoleh keuntungan bersama yang besar melalui keterlibatan yang terbuka dan konstruktif," ujarnya pada retret para pemimpin tahun ini, yang diadakan di Singapura.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pekan lalu, kedua negara meminta persetujuan dari ICAO untuk mengimplementasikan pengaturan di bawah perjanjian wilayah informasi penerbangan. Setelah ICAO menyetujui penataan kembali, kedua negara akan menetapkan tanggal berlakunya ketiga perjanjian secara bersamaan.
Pada kesempatan yang sama, Singapura dan Indonesia juga menandatangani serangkaian perjanjian untuk bekerja sama di berbagai bidang seperti pengembangan energi, keberlanjutan, kesehatan, dan sumber daya manusia.
Di antara perjanjian tersebut adalah salah satunya akan membentuk Singapore-Indonesia Tech-X Program bagi para profesional teknologi muda dari Singapura dan Indonesia untuk bekerja di negara masing-masing hingga satu tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama ini akan menguntungkan para profesional berusia di bawah 30 tahun yang lulus dari salah satu dari enam universitas otonom di Singapura, dan mereka yang berasal dari 11 universitas di Indonesia, seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.
Kesepakatan lain mengikat kedua negara untuk mengerjakan proyek perdagangan listrik lintas batas, dan memfasilitasi investasi di Indonesia dalam manufaktur energi terbarukan, seperti produksi sel surya dan sistem penyimpanan energi baterai.
Secara keseluruhan, enam perjanjian ditandatangani antara pemerintah kedua negara. Mereka mencakup bidang-bidang yang muncul seperti ekonomi digital, keberlanjutan dan pengembangan sumber daya manusia, dan bidang-bidang tradisional seperti keamanan, kesehatan, dan keuangan.
Selain itu juga disepakati pembaruan bersama tentang kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Retret keenam antara kedua pemimpin itu dimulai dengan upacara khusus penyambutan Jokowi di Istana.
Sekelompok tujuh pemain terompet dari Singapore Armed Forces Central Band memainkan Fanfare For A Dignified Occasion, oleh komposer Arthur Bliss, pada saat kedatangan Presiden Indonesia pada pukul 11.00.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!