Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah AS Tidak Akan Menyelamatkan Silicon Valley Bank

📅 Minggu, 12 Mar 2023, 23:55 WIB | Oleh:
Pemerintah AS Tidak Akan Menyelamatkan Silicon Valley Bank Doc: Istimewa
Ket. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mencoba untuk meyakinkan orang Amerika bahwa tidak akan ada efek domino atas kebangkrutan runtuhnya Silicon Valley Bank.

WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Janet Yellen, pada Minggu (12/3) mengatakan pemerintah federal tidak akan menyelamatkan Silicon Valley Bank (SVB), namun akan tetap bekerja untuk membantu para deposan yang mengkhawatirkan dana mereka.

Dilansir oleh Fortune, Korporasi Penjamin Simpanan Federal (Federal Deposit Insurance Corporation/FDIC) mengasuransikan simpanan hingga 250 ribu dollar AS, tetapi banyak perusahaan dan nasabah kaya yang menggunakan bank tujuan startup teknologi dan modal ventura itu, memiliki lebih dari jumlah tersebut di rekening mereka.

Ada kekhawatiran bahwa sejumlah pekerja di AS tidak akan menerima gaji mereka.

Yellen, dalam sebuah wawancara dengan CBS "Face the Nation," memberikan sedikit detail tentang langkah pemerintah selanjutnya. Namun dia menekankan bahwa situasinya jauh berbeda dari krisis keuangan hampir 15 tahun yang lalu, yang mendorong pemerintah mem-bailout bank untuk melindungi industri. "Kami tidak akan melakukannya lagi," katanya.

"Tapi kami khawatir tentang deposan, dan kami fokus untuk memenuhi kebutuhan mereka," ungkapnya.

Dengan Wall Street terguncang, Yellen mencoba meyakinkan orang Amerika bahwa tidak akan ada efek domino setelah keruntuhan Silicon Valley Bank.

"Sistem perbankan Amerika benar-benar aman dan dikapitalisasi dengan baik. Ini tangguh," katanya.

SVB adalah bank terbesar ke-16 di AS. Penutupan SVB menandai kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah AS setelah runtuhnya Washington Mutual pada tahun 2008. Bank tersebut melayani sebagian besar pekerja teknologi dan perusahaan yang didukung modal ventura, termasuk beberapa merek industri yang paling terkenal.

SVB mulai mengalami kebangkrutan ketika nasabah yang sebagian besar perusahaan teknologi membutuhkan uang tunai karena mereka berjuang untuk mendapatkan pembiayaan, dan menarik simpanan mereka. Bank harus menjual obligasi dengan kerugian untuk menutupi penarikan, yang menyebabkan kegagalan terbesar lembaga keuangan AS sejak puncak krisis keuangan.

Yellen menggambarkan kenaikan suku bunga, yang telah dinaikkan oleh Federal Reserve untuk memerangi inflasi, sebagai masalah utama Silicon Valley Bank. Banyak asetnya, seperti obligasi atau sekuritas yang didukung hipotek, kehilangan nilai pasar karena kenaikan suku bunga.

"Masalah dengan sektor teknologi bukanlah inti dari masalah di bank ini," katanya.

Yellen mengharapkan regulator untuk mempertimbangkan "berbagai pilihan yang tersedia", termasuk akuisisi SVB oleh lembaga lain. Namun, sejauh ini, belum ada pembeli yang muncul.

Regulator menyita aset bank pada Jumat. Deposito yang diasuransikan oleh pemerintah federal seharusnya tersedia pada Senin pagi.

"Saya telah bekerja sepanjang akhir pekan dengan regulator perbankan kami untuk merancang kebijakan yang tepat guna mengatasi situasi ini. Saya tidak bisa memberikan detail lebih lanjut saat ini," kata Yellen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.