Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kerja Sama, NATO: Turki, Finlandia, dan Swedia Setujui Mekanisme Bersama untuk Perangi Terorisme

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kerja Sama, NATO: Turki, Finlandia, dan Swedia Setujui Mekanisme Bersama untuk Perangi Terorisme Doc: ANTARA/REUTERS/Violeta Santos Moura
Ket. Arsip - Presiden Turki Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberga, Presiden Finlandia Sauli Niinisto, dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu terlihat setelah menandatangani sebuah dokumen pada Selasa (28/06/2022), di tengah KTT NATO di Madrid, Spanyol.

London - Perkuat kerja sama. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan pada Kamis bahwa Turki, Finlandia dan Swedia telah menyetujui prinsip jangka panjang mekanisme bersama yang permanen untuk memerangi terorisme dan akan terus bekerja sama dalam format tersebut.

Ketiga negara tersebut juga setuju untuk bertemu kembali sebelum KTT diVilnius pada Juli.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Finlandia dan Swedia harus mengambil langkah baru untuk mengatasi masalah legitimasi keamanan Turki.

"Ini saatnya semua Aliansi untuk memutuskan proses ratifikasi dan menyambut Finlandia dan Swedia sebagai anggota penuh Aliansi menjelang KTT NATO di Vilnius," kata Stoltenberg.

Selama pertemuan, perwakilan ketiga negara membahas langkah nyata yang akan diambil untuk menerapkan memorandum trilateral, yang telah ditandatangani Juni tahun lalu.

"Seperti yang disetujui dalam memorandum, tidak ada batasan ekspor senjata diantara ketiga negara; mereka secara signifikan telah meningkatkan kerjasama anti terorisme; dan Swedia saat ini dalam proses memperketat UU Anti Terorisme melawan PKK. Semua peserta menyambut baik kemajuan yang telah dibuat," tulis pernyataan itu.

Turki dan dua negara Nordiktersebut menandatangani memorandum pada KTT NATO di Madrid untuk mengatasi kekhawatiran legitimasi keamanan Ankara, memuluskan langkah bagi Finlandia dan Swedia untuk menjadi anggota aliansi.

Memorandum itu mengatasi kekhawatiran Turki termasuk ekspor senjata dan perang melawan terorisme.

Hanya Hongaria dan Turki yang belum meratifikasi permohonan Swedia dan Finlandia untuk menjadi anggota aliansi militer yang beranggotakan 30 negara itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

24 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.