Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Sentral Global Masih Melanjutkan Tren Kenaikan Suku Bunga

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bank Sentral Global Masih Melanjutkan Tren Kenaikan Suku Bunga Doc: KORAN JAKARTA/BUDI
Ket. DISKUSI LPS I Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Didik Madiyono saat jadi keynote speaker dalam LPS Forwada discussion 2023 di Jakarta, Kamis (9/3).

JAKARTA - Kendati inflasi global mulai menurun, namun tren kenaikan suku bunga acuan global belum berakhir. Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve misalnya masih melanjutkan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR), terakhir berada di level 4,75 persen.

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Didik Madiyono, saat jadi keynote speaker dalam LPS Forwada discussion 2023 di Jakarta, Kamis (9/3), mengatakan stance kebijakan moneter The Fed masih cukup hawkish atau cenderung kontraktif, sehingga masih melanjutkan kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi.

"European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) juga diperkirakan masih melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga," kata Didik.

Secara gradual, jelas Didik, inflasi kini telah mengalami penurunan. Inflasi AS yang dulu sempat menyentuh level 9 persen, kini mulai menurun ke level 6,4 persen. Demikian pula inflasi di Kawasan Euro yang sempat menyentuh double-digit kini juga mulai mengalami penurunan.

Pada 2023 ini, ekonomi global diperkirakan masih tumbuh positif, akan tetapi trennya, aktivitas ekonomi global memang diperkirakan akan mengalami perlambatan dibanding tahun 2022.

Pertumbuhan ekonomi global pada 2022 sesuai laporan IMF diperkirakan 3,4 persen. Di 2023 ini, ekonomi global diprediksi akan mengalami pelemahan dengan tumbuh pada kisaran 1,7 sampai dengan 2,9 persen.

"Pelemahan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara besar yang mengalami perlambatan. Sebagai contoh, ekonomi Amerika Serikat pada 2022 mampu tumbuh 2,1 persen, namun sesuai prediksi berbagai lembaga internasional, di tahun 2023 hanya akan tumbuh pada kisaran 0,5 sampai dengan 1,4 persen. Begitu pula dengan beberapa negara di Kawasan Eropa, Tiongkok, dan Jepang," papar Didik.

Cukup Resilien

Di tengah tingginya ketidakpastian di tingkat global, kabar baiknya, ekonomi Indonesia cukup resilien dalam menghadapi berbagai ketidakpastian tersebut. "Kita melihat ekonomi kita pada 2022 mampu tumbuh 5,31 persen. Pencapaian ini merupakan salah satu yang terbaik di antara negara-negara anggota G20," kata Didik.

Momentum pemulihan ekonomi nasional diperkirakan masih berlanjut tahun ini yang oleh berbagai lembaga internasional ekonomi akan tumbuh mendekati 5 persen. Kunci dari resiliensi ekonomi domestik terhadap berbagai guncangan eksternal adalah porsi konsumsi yang sangat besar dan porsi ekspor yang relatif kecil. "Konsumsi swasta di Indonesia mencakup 52,81 persen dari PDB triwulan IV-2022, sedangkan porsi ekspor 24,72 persen," katanya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan untuk menghadapi kondisi eksternal tersebut Bank Indonesia mau tidak mau harus menempuh bauran kebijakan atau policy mix walaupun target inflasi dan nilai tukar bisa saja tidak optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.