Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Musisi Ini Lebih Suka Musik 'Zaman Now' Ketimbang Musik Jadul

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 11:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Musisi Ini Lebih Suka Musik 'Zaman Now' Ketimbang Musik Jadul Doc: ANTARA/Ahmad Faishal
Ket. Vokalis The Upstairs dan MORFEM, Jimi Multhazam.

JAKARTA - Vokalis band The Upstairs dan MORFEM Jimi Multhazam berpendapat perkembangan teknologi membawa dampak positif diantaranya adalah kemudahan bagi para seniman musik untuk menelurkan karya dan mendistribusikannya secara independen kepada khalayak yang lebih luas.

"Industri musik Indonesia secarashowbizsudah sangat independen. Dulu mungkin musisi masih bergantung misalnya pada publikasi media massa, label rekaman, dan sebagainya. Sekarang, mau rekaman di rumah bisa," kata Jimi kepada ANTARA di sela penampilan MORFEM di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tidak hanya hal-hal yang bersifat teknis dalam bermusik, pemasaran karya saat ini pun terbantu teknologi. Menurut Jimi, saat ini tergolong mudah untuk mewujudkan mimpi seseorang untuk menjadi seniman musik, terutama terkait dengan proses produksi rekaman sebuah karya.

"Dulu mungkin harus membeli pitareel, sekarangnggakperlu. Sekarang semua digital, bahkan dengan laptop saja sudah bisa membuat musik yang mumpuni. Kalauguepribadi lebih suka dengan zaman sekarang," kata Jimi.

Jimi menambahkan terdapat sisi plus dan minus dalam setiap fase industri musik. Saat ini, katadia, Indonesia merindukan hadirnya sosok-sosok panutan nan berkarisma, hal yang tergolong langka saat ini.

"Justru kalauguelihat yang dibutuhkan sekarang dalam industri musik adalah kembali lagi ke karisma. Kalau dulu,ibaratnya, ada yang sangat ikonisatau bukan siapa-siapa kemudian muncul menjadi sosok. Era sekarang ini semua seniman musik berkompetisi dengan sehat. Jadi, kalau ada satu sosok muncul sebagai ikon maka artinya dia berhasil memenangkan medan pertempuran itu," kata Jimimenjelaskan.

Dia juga mempercayai bahwa selalu ada siklus dalam industri hiburan. Sebagai pelaku yang berkecimpung dalam ranah tersebut, dia menerapkan strategi 'lihat dan tembak' menyikapi dinamika dari tren yang bergerak terus menerus.

"Sebagai pelaku biasanya membidik apa yang lagi tren dan apa yang akan menjadi tren. Layaknya pemain bola yang tahu kapan harus melepaskan umpan terobosan, kapan harus menembak. Jadi, peluru kita harus banyak dan energi harus besar," kata Jimi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Kolaborasi Kemenekraf, Indo...

Wali Kota: Bandung Gelar Sensus Ekonomi 2026

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota: Bandung Gelar Se...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Teken Perat...

jAzztaga! Hadir Meriahkan Hari Jadi Bogor

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
jAzztaga! Hadir Meriahkan H...
Daerah
Keamanan, Keselamatan dan P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: Palu Diguncang Gempa Tektonik Daratan Magnitudo 6,7

BMKG: Palu Diguncang Gempa Tektonik Daratan Magnitudo 6,7

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.