Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Malaria di Manokwari Tinggi, Dinkes Ungkap Penyebabnya

📅 Sabtu, 04 Mar 2023, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Malaria di Manokwari Tinggi, Dinkes Ungkap Penyebabnya Doc: ANTARA/Tri Adi Santoso
Ket. Komitmen bersama wujudkan eliminasi Malaria di Provinsi Papua Barat pada tahun 2027.

MANOKWARI - Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mengungkap beberapa penyebab masih tingginya Malaria di wilayah tersebut antara lain karena stigma masyarakat yang menganggap Malaria hanya disebabkan penurunan daya tahan tubuh.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengandaian penyakit menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Manokwari Rahimi Malik SKM, Sabtu (4/3), mengatakan akibat stigma tersebut upaya pencegahan melemah di masyarakat.

"Masih sangat banyak yang menganggap Malaria disebabkan karena daya tahan tubuh menurun, sehingga tidak diperlukan pencegahan. Padahal ini stigma yang salah," ujarnya.

Kabupaten Manokwari memiliki angka kasus Malaria tertinggi di wilayah Papua Barat, dimana pada tahun 2022 terdapat 7.325 kasus, dibanding enam kabupaten lain yang berada di bawah 1.000 kasus pada tahun yang sama.

Berbeda dengan penanganan demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegepty yang berkembang biak di genangan air bersih, kata dia, nyamuk Malaria cenderung berada di genangan air yang bersentuhan langsung dengan tanah.

"Kalau menggunakan Abate butuh berapa banyak untuk genangan air yang ada di sekitar kita, sehingga pemerintah menyarankan penggunaan kelambu untuk menekan angka Malaria," kata dia.

Selain itu penyebab lainnya, lanjut dia, yakni Manokwari merupakan daerah transit beberapa daerah sekitar, sehingga penanganan pasien Malaria lebih diarahkan ke daerah tersebut.

"Banyak kasus ditemui pasien dari kabupaten lain, namun berobatnya di Kabupaten Manokwari, sehingga datanya tercatat di daerah kami," lanjut dia.

Meski begitu dengan dukungan berbagai pihak, Dinkes Kabupaten Manokwari terus memberikan sosialisasi hingga di tingkat posyandu untuk menyukseskan program pemerintah eliminasi Malaria di tahun 2027.

"Selain sosialisasi melalui puskesmas yang ada, juga ada pembagian kelambu. Kami berharap program ini sukses dilaksanakan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.