Banjir Terjang Situbondo, Sejumlah Infrastruktur Alami Kerusakan Parah
📅 Kamis, 02 Mar 2023, 13:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antarafoto
SITUBONDO - Banjir menerjang Situbondo pada Selasa (28/2) malam mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan parah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menaksir kerugian akibat banjir itu mencapai 2 miliar rupiah.
Selain merendam sebanyak 613 rumah warga di Desa Klatakan (Kecamatan Kendit), Desa Kalimas dan Besuki (Kecamatan Besuki) dan Desa Kalianget (Kecamatan Banyuglugur), banjir juga merusak infrastruktur seperti jembatan limpas dan tangkis dan bronjong sungai di Desa Wringinanom dan Patemon (Kecamatan Jatibanteng).
"Iya benar bencana banjir juga merusak beberapa infrastruktur di dua desa Kecamatan Jatibanteng, yakni tangkis dan bronjong longsor ambrol serta jembatan limpas rusak," kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Sruwi Hartanto saat dihubungi di Situbondo, Kamis (2/3).
Dia merinci, di aliran Kali Patemon Desa Wringinanom sebuah jembatan limpas antar-dusun rusak akibat material banjir sepanjang 50 meter, tinggi 2 meter dan lebar 3 meter, taksiran kerugian 100.000.000 rupiah.
Selain itu, di aliran Kali Patemon juga terdapat bronjong dan tangkis sungai ambrol atau longsor terbawa banjir sepanjang 300 meter, tinggi 6 meter yang taksiran kerugiannya mencapai 600.000.000 rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Kali Tanjung, bronjong dan tangkis sungai juga ambrol terbawa banjir dan kerusakan panjangnya 75 meter, tinggi 6 meter, sedangkan kerugiannya sekitar 100.000.000 rupiah.
Sementara di Desa Patemon, banjir akibat curah hujan tinggi juga mengakibatkan tangkis dan bronjong sepanjang 200 meter dan tinggi 6 meter di Kali Patemon tergerus dan longsor, dan kerugiannya mencapai sekitar 400.000.00 rupiah.
"Kalau ditaksir kerusakan infrastruktur bronjong dan tangkis sungai dan jembatan limpas yang rusak itu memang tidak sampai 2 miliar rupiah, tapi kalau perhitungan analisis standar belanja (ASB) bisa mencapai sekitar 2 miliar rupiah," kata Sruwi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data diperoleh, banjir di Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, juga merusak sebagian rumah semi permanen di bantaran sungai karena tangkis mengalami longsor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!