Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Kenaikan Harga Barang Global, Gubernur BoJ Peringatkan Risiko Stagnasi Sekuler Belum Berlalu

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 21:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspadai Kenaikan Harga Barang Global, Gubernur BoJ Peringatkan Risiko Stagnasi Sekuler Belum Berlalu Doc: ANTARA/REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Ket. Deputi Gubernur Bank Sentral Jepang, Masazumi Wakatabe berbicara di acara Forum Keuangan Eropa di Dublin, Irlandia 13 Februari 2019.

NEW YORK - Waspadai kenaikan harga barang global. Bank-bank sentral harus tetap waspada terhadap potensi bahaya stagnasi sekuler dan inflasi yang rendah karena kenaikan harga yang didorong oleh faktor tekanan biaya tidak berlangsung lama, kata Deputi Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Masazumi Wakatabe pada Senin (27/2/2023).

Perekonomian Jepang berada dalam deflasi untuk waktu yang lama, tetapi pelonggaran moneter yang berkelanjutan "tentu saja memiliki efek positif" pada ekonomi riil, kata Wakatabe, membela kebijakan moneter BoJ yang berkepanjangan dan sangat longgar.

"Rezim inflasi ringan belum berakhir, dan kita harus mengatakan bahwa potensi bahaya stagnasi sekuler dan Japanifikasi belum berlalu," katanya dalam pidato yang disampaikan di Universitas Columbia di New York.

"Japanifikasi" adalah konsep yang digunakan di kalangan akademisi yang menunjukkan pengalaman Jepang dengan periode stagnasi yang panjang disertai deflasi atau inflasi rendah dari akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Sementara inflasi baru-baru ini meningkat pesat di seluruh dunia, banyak faktor yang mendorong kenaikan harga didorong oleh biaya yang lebih tinggi seperti perang di Ukraina, kata Wakatabe.

"Ketika terjadiexogenous shock(kejutan dari faktor eksternal), ada penyesuaian dari sistem harga lama ke harga baru. Setelah penyesuaian, tingkat inflasi yang meningkat kemungkinan besar akan kembali ke tingkat inflasi kondisi mapan," katanya.

"Jadi poin pentingnya adalah bagaimana tingkat ini dipengaruhi. Tentu saja, mungkin faktor pendorong biaya akan tetap ada, tetapi apakah mereka akan mendorong tingkat inflasi kondisi mapan tidak pasti," kata Wakatabe, menambahkan bahwa "telah diketahui bahwa inflasi dorongan biaya tidak berlangsung lama.

Seorang mantan akademisi, Wakatabe dikenal sebagai pendukung pelonggaran moneter yang agresif. Masa jabatan lima tahunnya sebagai wakil gubernur BoJ berakhir pada Maret.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.