Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagus Nih Bagi Anak Didik! Kurikulum Merdeka Ciptakan Pembelajaran Berkualitas

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 19:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bagus Nih Bagi Anak Didik! Kurikulum Merdeka Ciptakan Pembelajaran Berkualitas Doc: istimewa
Ket. Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus sekaligus Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Aswin Wihdiyanto di Jakarta, Selasa (28/2/2023)

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan implementasi program Kurikulum Merdeka merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas bagi anak didik.

Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus sekaligus Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Aswin Wihdiyanto di Jakarta, Selasa (28/2), menuturkan pelaksanaan program ini melibatkan siswa dan tenaga pendidik.

"Ini adalah proses yang menurut saya tidak terbayarkan, tidak hanya pendidik yang hebat tetapi guru-guru dan kepala sekolahnya turut menjadi hebat juga dalam gotong royong pembelajaran," katanya.

Pendaftaran implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri sudah dibuka mulai 6 Februari hingga 31 Maret 2023 dan terdapat dua kelompok yang mendaftar yakni mereka yang belum pernah mendaftar atau baru pertama kali akan mendaftar.

"Ada juga satuan pendidikan yang sebenarnya sudah mendaftar pada 2022, sudah melaksanakan dan ingin mengubah pilihannya," ujar dia.

Saat ini ada tiga opsi implementasi Kurikulum Merdeka yang tersedia bagi satuan pendidikan yang akan mendaftar yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi.

Mandiri Belajar yaitu satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum 2013 dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikan serta menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.

Mandiri Berubah yaitu satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikan serta menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran dan asesmen.

Mandiri Berbagi yaitu satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum serta menerapkan prinsip Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran dan asesmen dengan berkomitmen membagikan praktiknya kepada satuan pendidikan lain.

Kepala SMAN 1 Jawilan, Serang, Banten, Satiri, menceritakan proses sekolahnya mendaftar menjadi peserta Kurikulum Merdeka yaitu sebelumnya sudah memilih Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah namun akhirnya berubah menjadi Mandiri Berbagi.

"Kami memilih Mandiri Berbagi supaya guru lebih banyak belajar. Jangan hanya menerima perangkat pembelajaran kurikulum dari orang lain tetapi harus mampu mengembangkan dan membuat sendiri perangkat kurikulum," kata dia.

Guru SMP Islam Athirah Bone, Sulawesi Selatan, Muhammad Nurholis, menyampaikan pendapat positif tentang Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah yang diharapkan semua bentuk dan prinsip penerapan bisa langsung dipelajari.

"Sejauh ini berjalan dengan baik dengan strategi dan dukungan serta persiapan sumber daya manusia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.