Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makin Memanas, AS Tegaskan Ada Konsekuensi Serius Jika Tiongkok Kirim Senjata ke Russia

📅 Senin, 27 Feb 2023, 00:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Makin Memanas, AS Tegaskan Ada Konsekuensi Serius Jika Tiongkok Kirim Senjata ke Russia Doc: ANTARA/REUTERS/Henry Nicholls
Ket. Rekrutan militer Ukraina berjalan usai melakukan doa dan mengheningkan cipta bersama pasukan Inggris serta Kanada dalam peringatan satu tahun invasi Russia ke Ukraina, di sebuah pangkalan militer di tenggara Inggris (24/2/2023). Pada 24 Februari 2022 tentara Russia mulai menyerang Ukraina dan hingga kini masih belum ada titik terang bagaimana perang tersebut akan berakhir.

Washington - Makin memanas. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan pada Minggu mengatakan akan ada konsekuensi serius jika Tiongkok mengirim senjata ke Russia untuk perang di Ukraina.

Saat diwawancarai dalam program "State of the Union" di CNN, dia mengatakan bahwa keputusan membantu Moskow, termasuk memberikan bantuan militer, ada di tangan Beijing sendiri.

"... tetapi jika itu yang terjadi, akan ada konsekuensi yang harus ditanggung Tiongkok," kata Sullivan.

Dalam wawancara terpisah dengan program "This Week" di ABC, dia mengatakan Tiongkok belum mengirimkan bantuan itu, tetapi juga belum mengesampingkan opsi tersebut.

Pejabat AS telah memperingatkan pejabat Tiongkok dalam forum tertutup tentang akibat yang akan ditanggung jika mengirimkan senjata ke Russia, kata Sullivan.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh tentang pembicaraan tertutup itu.

AS dan para sekutunya di pakta pertahanan NATO ramai-ramai memperingatkan Tiongkok tentang hal itu dalam beberapa hari terakhir.

Mereka mengeluarkan pernyataan terbuka tentang keyakinan mereka bahwa Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk memberikan peralatan mematikan kepada Russia.

Direktur CIA William Burns juga telah memberikan komentarnya pada Minggu.

"Kami yakin bahwa pemimpin Tiongkok sedang mempertimbangkan bantuan peralatan mematikan. Kami juga belum melihat keputusan final sudah dibuat (Tiongkok), dan kami belum melihat bukti adanya pengiriman peralatan mematikan," kata Burns dalam program "Face the Nation" di CBS.

Anggota DPR AS dari Partai Republik Michael McCaul, yang mengetuai Komite Urusan Luar Negeri, mengatakan dalam "This Week" bahwa intelijen AS menunjukkan bahwadronetermasuk di antara senjata mematikan yang dipertimbangkan Tiongkok untuk dikirim ke Russia.

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy di Kiev, Senin lalu dan menjanjikan bantuan baru bagi Ukraina senilai 500 juta dolar (sekitar Rp7,6 triliun).

Pekan lalu menandai satu tahun invasi Russia di Ukraina yang disebut oleh Moskow sebagai "operasi militer khusus".

AS sejauh ini telah menjadi pemasok bantuan militer terbesar ke Ukraina untuk membantu negara itu melawan pasukan Russia yang peralatannya lebih baik.

Ukraina bersiap menghadapi serangan besar-besaran dari Russia dalam waktu dekat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.