Gubernur Bali Ingin Keluarga Miliki 4 Anak agar Nama Nyoman dan Ketut Tidak Punah
📅 Senin, 27 Feb 2023, 19:12 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Antaranews Bali/Rhisma
DENPASAR - Politisi asal Bali mengimbau keluarga di Pulau Dewata itu memiliki anak lagi agar nama Nyoman dan Ketut tetap terjaga.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan program KB Indonesia yang mendorong pasangan suami istri untuk memiliki dua anak tidak sejalan dengan adat dan tradisi masyarakat Bali. Ini termasuk menamai anak-anak sesuai dengan urutan kelahiran mereka.
"Cek pendaftaran siswa baru di SD... Nyoman ada berapa, Ketut ada berapa? Yang pasti, sangat jarang. Kalau setiap orang punya dua anak, berarti 'Nyoman' dan 'Ketut' bisa punah. Kami akan kehilangan aspek tradisi kami ini," kata Gubernur Koster.
Dalam tradisi Bali, keluarga menamai anaknya sesuai dengan urutan kelahirannya. Ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Anak sulung diberi nama Gede, Putu atau Wayan, sedangkan anak kedua disebut Made atau Kadek. Yang ketiga bernama Nyoman atau Komang, sedangkan yang keempat bernama Ketut.
Urutan tersebut berulang untuk anak-anak berikutnya yang lahir, tetapi dengan akhiran "Balik" ditambahkan ke nama mereka. Misalnya, nama anak kelima adalah Wayan Balik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Koster mengatakan orang tua Bali tidak perlu khawatir tentang biaya memiliki anak lagi, meyakinkan mereka bahwa pemerintah akan membantu keluarga untuk membiayai beban keuangan membesarkan keluarga besar.
"Memiliki lebih banyak anak tidak akan membawa keluarga ke dalam kemiskinan. Kami masih akan membantu mereka membayar kebutuhan sekolah, kesehatan, dan perumahan mereka. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," tutur dia. ST/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!