Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satu Tahun Invasi, Rusia Tak Berhenti Menyerang, Ukraina Tak Berhenti Bertahan

📅 Minggu, 26 Feb 2023, 14:14 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pertama, membiarkan dulu eskalasi konflik sampai titik "matang" (ripeness).

Dalam kajian tentang negosiasi perdamaian, ada konsep yang disebut "mutually hurting stalemate". Ini adalah kondisi ketika kedua belah pihak berada di posisi impas, keduanya sama-sama tidak bisa maju lagi, kecuali dengan harga yang sangat tinggi.

Contoh harga tinggi adalah potensi perang nuklir. Meski akan menghancurkan sebagian wilayah Ukraina, konflik semacam ini juga akan memicu respons nuklir dari negara-negara seperti AS dan Uni Eropa.

Ketika ada di posisi "matang untuk berdamai" inilah baru pihak ketiga bisa menawarkan untuk menjadi mediator. Namun, tentu resiko dari pembiaran ini adalah meningkatnya jumlah korban, terutama dari pihak Ukraina.

Kedua, menggalang bantuan dari negara-negara kekuatan menengah - terutama negara Global South (dari kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin) - untuk menekan Rusia secara langsung agar menghentikan dulu serangannya serta meninggalkan wilayah yang mereka caplok sejak 24 Februari tahun lalu.

Selama ini, tekanan hanya dilakukan melalui forum formal PBB maupun G20 dan dengan bahasa yang diplomatis. Tekanan langsung ini bisa berupa pernyataan sikap bersama dari negara-negara kekuatan menengah, termasuk Indonesia, dan mengirim delegasi bersama ke Rusia.

Sesudah itu, negara-negara tersebut bisa menawarkan forum perdamaian yang diselenggarakan di wilayah netral, untuk membahas soal jaminan keamanan bagi Ukraina, NATO, Donbas, dan isu sensitif lainnya.

Ini juga bisa menjadi momentum bagi negara kekuatan menengah untuk mengambil peran utama sekaligus memastikan bahwa perundingan tidak hanya menjadi ajang kontestasi negara-negara besar seperti AS, Uni Eropa, Rusia, dan Cina, tapi juga mengakomodasi persepsi negara lain.The Conversation

Radityo Dharmaputra, Lecturer in Russian and Eastern European Studies, Department of International Relations, Universitas Airlangga, Universitas Airlangga

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

24 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.