Satu Tahun Invasi, Rusia Tak Berhenti Menyerang, Ukraina Tak Berhenti Bertahan
📅 Minggu, 26 Feb 2023, 14:14 WIB | Oleh: Tim PenulisLangkah-langkah Putin tersebut telah mengorbankan banyak hal, baik secara ekonomi maupun modal politik domestik dan kepercayaan masyarakat. Kalau sampai gagal, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Putin akan menurun, dan itu akan mengancam keberlanjutan rezimnya.
Ukraina Tidak Akan Berhenti Bertahan
Setelah memahami kondisi internal Rusia, kita perlu memahami bahwa Ukraina punya hak untuk mempertahankan dirinya dari serangan negara lain.
Posisi Zelenskyy juga sangat sulit. Tekanan dari negara-negara lain agar Rusia-Ukraina mencari jalan damai biasanya berujung pada dua hal: (1) mengakomodasi kepentingan Rusia, terutama dalam konteks konsesi teritorial dan keberadaan etnis dan penutur bahasa Rusia di Ukraina, serta (2) prospek bergabungnya Ukraina ke Uni Eropa dan NATO.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masalahnya, meskipun Zelenskyy bisa saja mempertimbangkan aspek strategis dari kedua hal tersebut, sebagian besar masyarakat Ukraina satu suara menolak konsesi apa pun pada Rusia. Apabila Zelenskyy bertindak sendiri, tentu legitimasinya sebagai pemimpin akan hilang.
Terlebih lagi, masyarakat Ukraina sudah mengalami penderitaan selama satu tahun terakhir, sehingga tidak akan mau berurusan dengan penjajah dan penyerangnya. Dalam konteks ini, saya pribadi menganalogikan langkah memaksakan perdamaian maupun rekonsiliasi ini bagaikan memaksa korban perkosaan untuk berdamai dengan pemerkosanya.
Kita, sebagai pihak yang tidak merasakan penderitaan masyarakat Ukraina, sebaiknya tidak meminta mereka untuk berkorban lebih jauh lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam 10 poin tawaran perdamaian yang disampaikan secara virtual oleh Zelenskyy dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November lalu, terlihat jelas bahwa Ukraina baru akan bernegosiasi apabila Rusia berhenti melakukan agresi dan "pulang" ke wilayah mereka sendiri.
Namun, kembali lagi, Rusia tidak akan "pulang" karena alasan yang sudah disebutkan di atas.
Ini juga menjadi alasan mengapa negara-negara Barat terus menyokong Ukraina dengan senjata tambahan. Mereka bisa melihat bahwa tidak ada peluang Putin akan berhenti, kecuali pasukan Rusia benar-benar dikalahkan di medan pertempuran. Pada saat yang sama, negara-negara seperti Iran dan Cina juga masih memberikan dukungan politik bagi Rusia.
Di tengah situasi seperti ini, sangat sulit bagi negara lain untuk mendorong perdamaian bagi Rusia dan Ukraina.
Apa yang Bisa Dilakukan Negara Lain, termasuk Indonesia?
Ada dua opsi yang bisa dilakukan saat ini:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!