Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peternak Lokal Terancam Serbuan Daging Impor

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Peternak Lokal Terancam Serbuan Daging Impor Doc: Sumber: Kementerian Perdagangan - KORAN JAKARTA/ON

» Surplus daging ayam karena pedagang membeli saat harga murah, lalu disimpan menunggu harga naik baru dijual.

» Masyarakat kelas terbawah mengandalkan daging ayam untuk memenuhi asupan protein mereka.

JAKARTA - Keluhan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) akan ancaman dari daging impor, harus segera direspons pemerintah sebagai upaya untuk melindungi para peternak dari ancaman kehilangan pendapatan karena pasarnya tergerus.

Pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Ramdan Hidayat, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Jumat (24/2), mengatakan salah satu penyebab harga daging ayam lokal kalah dengan produk impor karena praktik kartel pakan ternak yang membuat harga pakan ayam potong terombang-ambing.

"Produksi daging ayam lokal memang tidak efesien karena harga pakan ternak yang mahal. Ini karena ada praktik kartel dalam produksi pakan ternak. Pabrik pakan rata-rata milik pemodal asing dengan bahan baku jagung impor. Kondisi tersebut mempersulit peternak kecil dan menengah, yang sangat bergantung dengan pakan ternak," kata Ramdan.

Mereka terombang-ambing harga pakan ayam yang terus naik sehingga margin mereka kecil sekali. Sementara peternak kelas atas sudah punya pabrik sendiri. Situasi tersebut makin parah dengan masuknya daging ayam impor. Sebelum kedatangan impor, stok sudah ada hampir empat juta ton, sedangkan kebutuhan hanya tiga juta ton.

Penyebab surplus sendiri karena pedagang membeli saat daging ayam murah, disimpan menunggu harganya naik, baru dijual. Masa simpan paling lama satu tahun, nanti setelah itu dijual untuk bahan baku produk turunan seperti sosis dan sebagainya sehingga batas penyimpanan bertambah lama.

Menurut Ramdan, pemerintah seharusnya membuat afirmasi agar peternak lokal bisa untung, tidak kalah dengan impor. Sementara daging impor masih bisa masuk karena keputusan WTO tidak boleh ada pembatasan, meskipun pemerintah sedang sidang banding untuk daging ayam impor yang dipermasalahkan kehalalannya.

Pinggirkan Peternak Lokal

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mendesak agar aparat menelusuri siapa saja yang mengimpor tersebut. Hal itu agar pangsa pasar produk ternak yang dikuasai oligarki tidak meminggirkan rakyat sebagai peternak lokal.

"Komite Pengawas Persaingan Usaha (KKPU) perlu hadir kalau ada indikasi praktik kartel dalam tata niaga ternak. Saat ini industri perunggasan nasional sedang tidak baik-baik saja," tegas Awan.

Sejak 2016, KPPU sudah menindak praktik kartel ayam potong, namun sampai saat ini praktik kartel tersebut masih terjadi. "Artinya, produksi dan distribusi ayam potong masih dikendalikan oleh oligarki," jelas Awan.

Dia mengusulkan agar pemerintah serius mendorong demokratisasi peternakan, khususnya di tata niaga/distribusinya. Perlu penguatan koperasi ternak rakyat dengan melibatkan para pihak melalui skema koperasi multipihak untuk melawan praktik kartel dan oligarki ayam potong.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KPK Panggil 13 Saksi di Jak...
Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.