Amnesty International Desak Pemerintah Usut Tuntas Kerusuhan di Wamena
📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 15:27 WIB | Oleh: Tim PenulisBenny membenarkan kerusuhan di Wamena dipicu oleh isu penculikan anak.
Kerusuhan berawal saat seorang bocah berlari pulang ke rumahnya usai belanja di pedagang kelontong yang menggunakan mobil. Warga yang melihat bocah itu berlalu usai berbelanja mencurigai pedagang kelontong itu dan melempari mobil pedagang tersebut dengan batu.
"Warga yang melihat curiga, kemudian melempar mobil itu dengan batu. Mobil itu berhenti dan mereka mulai menuding kedua pedagang tersebut, bahkan sempat melakukan pemukulan," ungkap Benny.
Polres Jayawijaya yang menerima informasi terkait isu penculikan anak langsung menerjunkan petugas ke lokasi. Petugas kemudian membawa kedua pedagang yang dituding sebagai penculik anak ke Polres Jayawijaya untuk dipertemukan dengan keluarga bocah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena massa sudah banyak termobilisasi bahkan tokoh masyarakat di sana tidak didengar lagi karena mereka menuntut untuk diselesaikan di tempat kejadian perkara. Sementara petugas ingin menyelesaikan permasalahannya di polres. Memang kedua orang tersebut sudah dibawa ke polres," jelas Benny.
Benny menegaskan tidak ada penculikan anak seperti isu yang beredar di masyarakat.
Namun kerusuhan tak dapat terhindari. Massa yang sudah terlanjur terprovokasi terlibat baku lempar batu dengan para polisi. Lantaran situasi tak kondusif, polisi menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Namun massa tak menggubris tembakan peringatan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kerusuhan itu, massa membakar 13 rumah dan kios. Lalu, 10 orang tewas dan 17 lainnya luka-luka. Para korban tewas diketahui akibat luka tembak dan senjata tajam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!