Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Lagi Jadi Ibukota Negara, Ini yang Akan Dilakukan Pemprov DKI Jakarta

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 10:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Lagi Jadi Ibukota Negara, Ini yang Akan Dilakukan Pemprov DKI Jakarta Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono (tengah) saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI di Jakarta, Jumat (24/2/2023).

JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono menyatakan tengah memperkuat infrastruktur sebagai bagian dari sebelas strategi untuk mendukung Jakarta menjadi kota ekonomi dan bisnis setelah Ibu Kota Negara (IKN) pindah.

"Sebagai kota ekonomi kan masukglobal city.Global city itu ada penilaiannya," kata Heru saat menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI di Jakarta, Jumat (24/2).

Menurut dia, selain penguatan infrastruktur sebelas langkah itu diantaranya penguatansarana dan prasarana, pengendalian inflasi, hingga memfasilitasi kegiatan ekonomi masyarakat.

"Jadi strategi itu meliputi penguatan Infrastruktur, sarana prasarana, pengendalian inflasi, lantas mengambil sebuah keputusan kebijakan itu kan kami harus jaga," imbuh Heru.

Salah satu penguatan infrastruktur yang dilakukan, kata Heru, yakni memperluas layanan penyediaan air bersih.

Saat ini, penyediaan air bersih perpipaan di Jakarta baru mencapai sekitar 65 persen.

Dengan demikian, cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta baru mampu memenuhi 65 persen dengan pasokan air sebanyak 20.757 liter per detik untuk 906.648 pelanggan.

BUMD DKI Jakarta, yakni PAM Jaya harus mampu menyediakan suplai tambahan sekitar 11.150 liter per detik.

Selain itu tambahan infrastruktur distribusi yang mencakup sisa yang belum terlayani yakni 35 persen wilayah pelayanan baru untuk perpipaan kepada kurang lebih satu juta pelanggan baru pada 2030.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Jakarta akan terus diperbaiki dan menjadi kota bisnis dan pariwisata, sedangkan IKN Nusantara di Kalimantan Timur, menjadi kota pemerintahan.

"Jakarta sendiri sudah sangat padat, sangat macet. Tetapi Jakarta tetap akan terus kita perbaiki dan menjadi kota bisnis, kota pariwisata, kota ekonomi," kata Presiden Jokowi dalam Pembukaan Muktamar XVIII PP Pemuda Muhammadiyah Tahun 2023, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (22/2).

Ada pun pembangunan IKN dengan total biaya yang diperkirakan mencapai Rp466 triliun dengan estimasi rampung secara keseluruhan pada 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.