Kopasus Melatih Tagana Kemensos untuk Hadapi Tugas Khusus
📅 Selasa, 21 Feb 2023, 15:34 WIB | Oleh: Mafani Fidesya
Doc: Istimewa
Penanganan bencana merupakan salah satu tugas strategis Kementerian Sosial. Melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kemensos membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana di tengah-tengah masyarakat.
Untuk memberikan pelayanan dan perlindungan sosial yang maksimal kepada penyintas di lokasi terdampak bencana, Kemensos terus berupaya meningkatkan kapasitas personel Tagana.
Melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), bekerja sama dengan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof), Kemensos menggandeng sejumlah pihak terkait untuk memberikan pelatihan pembentukan Character Building Task Force Tagana.
"Ibu Menteri Sosial Tri Rismaharini begitu memikirkan keselamatan dan kenyamanan para penyintas bencana di lokasi pengungsian. Untuk itu, beliau meminta Tagana dilatih sedemikian rupa, salah satunya ya ini, melalui pelatihan pembentukan Character Building Task Force Tagana," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Robben Rico, baru-baru ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Task-Force atau Satuan Tugas (Satgas) merupakan sebuah unit atau formasi yang dibentuk untuk mengerjakan tugas tertentu. Hal ini sebagaimana arahan Mensos yang menginstruksikan Tagana mampu melakukan hal-hal teknis di lapangan atau di lokasi-lokasi bencana.
"Sebagai pilar utama dalam penanganan bencana, Kemensos menyiapkan Task Force Tagana sebagai tenaga khusus di bidang kebencanaan, yang senantiasa siap menangani permasalahan, maupun memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana," ucap Robben.
Task Force Tagana, dikatakan Robben, harus siaga, antisipasif, responsif dan adaptif diikuti dengan skill yang mumpuni dalam menghadapi bencana yang datang tak terduga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemahaman baru yang harus dimiliki oleh Task Force Tagana adalah mampu menciptakan infrastruktur dan paham bagaimana membuat jalur evakuasi yang harus disiagakan. Wawasan luas tentang kebencanaan juga harus ditingkatkan agar bisa mengedukasi masyarakat luas," kata dia.
Pelatihan pembentukan Task Force Tagana yang dilaksanakan, lanjutnya, tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan personel Tagana, namun juga dapat memberikan peluang jenjang dengan tingkat kemampuan yang berbeda.
"Kami berharap, Tagana memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan yang diharapkan agar penanganan bencana di Indonesia jauh lebih baik," katanya.
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan salah satu mitra Kemensos dalam meningkatkan profesionalitas Tagana. Asisten Teritorial (Aster) Kopassus Letkol. Inf. Irfan Amir menyambut baik dan mengapreasiasi pelatihan pembentukan Task Force Tagana sebagai upaya menciptakan Tagana yang berkarakter disiplin dan bertanggungjawab, serta memiliki jiwa kemanusiaan dan berwawasan kebangsaan.
"Melalui pelatihan ini, peserta akan diberikan pelatihan dan pemahaman pembentukan karakter disiplin, serta tanggung jawab. Diharapkan, ke depannya, akan terbentuk karakter positif yang dapat melatih ketahanan mental Tagana, bahkan ketika harus menghadapi situsi tersulit apapun saat bencana," ujar Irfan Amir di Cijantung, Jakarta Timur.
Pelatihan pembentukan Task Force Tagana, yang diikuti oleh 30 peserta ini, dilaksanakan selama empat belas hari, sejak Rabu (8/2) dan rampung hari ini (21/2).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!