Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KKB Papua Tunjukkan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
KKB Papua Tunjukkan Foto dan Video Pilot Selandia Baru yang Diculik Doc: VOA
Ket. Foto yang disebut TPNPB-OPM sebagai Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens dan pasukan.

JAKARTA - Kelompok separatis di wilayah Papua yang bergolak telah merilis foto-foto dan video yang mereka katakan menunjukkan seorang pilot Selandia Baru yang disandera sejak pekan lalu dalam keadaan sehat, tetapi bersumpah tidak akan membebaskannya sampai pihak berwenang mengakui kemerdekaan wilayah tersebut.

Dilansir VOA, Kamis (16/2), pilot itu, Philip Mehrtens, yang menerbangkan pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Susi Air, diculik oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pekan lalu setelah mendarat di wilayah terpencil Nduga.

Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi keaslian gambar tersebut, tetapi seorang teman Mehrtens, yang menolak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut, mengonfirmasi bahwa itu adalah gambar pilot itu.

Sebby Sambom, juru bicara TPNPB, menunjukkan foto-foto dan video seorang pria berjaket jeans, dikelilingi belasan anggota kelompok itu, beberapa di antaranya memegang senapan atau busur.

"Militer Papua yang telah menangkap saya untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua, mereka meminta militer Indonesia untuk pulang ke Indonesia dan jika tidak, saya akan tetap menjadi tawanan seumur hidup," kata Mehrtens dalam video tersebut.

Salah satu anggota kelompok itu memegang bendera "Bintang Kejora", simbol kemerdekaan Papua.

Dalam pernyataan yang menyertai foto dan video tersebut, Sambom mengatakan bahwa pilot dalam keadaan sehat dan menjadi jaminan dalam perselisihan politik.

Menko Polhukam Mahfud MD berjanji dalam sebuah video pada Senin malam untuk memastikan pembebasan Mehrtens dengan menggunakan "pendekatan persuasif, karena prioritasnya adalah keselamatannya", tetapi mengatakan tidak dapat mengesampingkan penggunaan "cara lain", tanpa menjelaskan lebih lanjut.

"Menjadikan warga sipil sebagai sandera, dengan alasan apa pun, tidak dapat diterima," katanya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mengatakan mereka mengetahui foto dan video yang beredar itu, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Provinsi paling timur Indonesia ini telah didera pemberontakan tingkat rendah yang menuntut kemerdekaan sejak wilayah yang kaya sumber daya alam tersebut secara kontroversial dibawa ke dalam kendali Indonesia menyusul pemungutan suara yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1969.

Konflik itu telah meningkat secara signifikan sejak 2018, dengan para anggota kelompok pro-kemerdekaan melakukan serangan yang lebih mematikan dan lebih sering.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.