Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Selidiki Penyebab Puluhan Siswa SD Keracunan di Sekolah

📅 Rabu, 15 Feb 2023, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi Selidiki Penyebab Puluhan Siswa SD Keracunan di Sekolah Doc: ANTARA/HO-Polres Garut
Ket. Polisi mengamankan sampel es krim yang diduga menjadi penyebab keracunan siswa di SDN Kersamenak Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (14/2/2023).

Garut - Polisi menyelidiki penyebab puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kersamenak di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang diduga keracunan jajanan es krim di sekolah dengan memeriksa saksi, maupun korban, dan mengamankan sampel es krim yang dikonsumsi siswa.

"Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan keracunan itu," kata Kepala Polsek Tarogong Kidul Kompol Alit Kadarusman saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Selasa.

Ia mengatakan kepolisian mendapatkan laporan adanya puluhan siswa yang mengeluhkan sakit kepala, mual, dan muntah setelah mengkonsumsi jajanan es krim saat jam istirahat di sekolahnya, Selasa.

Polisi, kata dia, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru, pedagang lainnya, dan warga setempat, kemudian melakukan pencarian terhadap pedagang penjual es krim.

Keterangan dari sejumlah pedagang, kata dia, bahwa pedagang es krim tersebut merupakan pedagang keliling memakai sepeda motor atau tidak berjualan tetap di sekolah itu, sehingga tidak ada yang mengetahui identitasnya.

"Untuk penjual es krim sedang kami cari, diketahui jualannya keliling," kata Alit.

Ia menyampaikan selain pemeriksaan saksi, pihaknya juga mengamankan barang bukti jajanan es krim yang dikonsumsi siswa korban keracunan.

Sampel jajanan es krim itu, kata dia, akan dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur zat yang menyebabkan siswa keracunan.

"Sementara barang bukti berupa sampel es krim sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium," katanya.

Ia menyampaikan kejadian itu bermula saat siswa sedang istirahat kemudian mengkonsumsi jajanan es krim yang dijual pedagang keliling di sekolah tersebut.

Tidak lama setelah mengkonsumsi es krim, kata dia, anak-anak mengeluhkan sakit perut, pusing, dan mual hingga memberitahukan kondisi tersebut ke gurunya.

Tercatat, kata dia, siswa yang diduga keracunan jajanan di sekolahan sebanyak 66 orang terdiri atas 16 orang laki-laki, dan 50 perempuan yang semuanya sudah mendapatkan penanganan medis oleh puskesmas, dan sudah diperbolehkan pulang.

"Jadi sudah diperbolehkan pulang semua, cuma tadi sempat ada satu anak atas nama Marsya, gejalanya lumayan lebih parah dibanding yang lain karena muntah berlebih, namun sampai saat ini sudah stabil kondisinya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.