Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Turki-Suriah, Bagaimana Satelit Membantu Upaya Penyelamatan Korban

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

Bergantung pada jenis bencana, satelit yang berbeda akan dimobilisasi, berdasarkan rencana krisis yang telah ditetapkan sebelumnya - di antaranya: TerraSAR-X/Tandem-X, QuickBird-2, Radarsat, Landsat-7/8, SPOT, Pleiades, dan Sentinel-2.

Gambar optik mirip dengan foto yang dilihat dari luar angkasa. Sedangkan gambar radar bisa lebih sulit ditafsirkan oleh non-ahli. Jadi, setelah bencana, informasi satelit perlu dikerjakan ulang agar lebih mudah dipahami. Misalnya, gambar diubah menjadi peta dampak atau perubahan untuk petugas penyelamat, peta peringatan banjir untuk publik, dan pemetaan area yang terbakar atau banjir dengan perkiraan kerusakan untuk pembuat keputusan.

Kerja kolaboratif antara pengguna lapangan dan operator satelit sangat penting. Kemajuan telah dicapai berkat inovasi teknologi pengamatan Bumi (terutama kinerja resolusi optik - dari 50 hingga 20 meter dan sekarang 30 sentimeter), perangkat lunak pemrosesan data 3D, dan pengembangan alat digital yang dapat menggabungkan satelit dan data di lokasi. Kebutuhan-kebutuhan lapangan juga berkontribusi pada evolusi proses intervensi piagam dalam hal waktu pengiriman dan kualitas produk yang dikirim.

Rekonstruksi Setelah Bencana

Manajemen darurat tentu saja penting, tapi sama pentingnya bagi semua negara yang terkena dampak untuk mempertimbangkan rekonstruksi dan masa depan. Memang, "siklus risiko" berpendapat bahwa rekonstruksi, ketahanan, dan pencegahan risiko semuanya memainkan peran penting dalam kembali ke normalitas.

Meski tidak dapat diprediksi, bencana dapat dipersiapkan dengan lebih baik, terutama di negara-negara yang bencananya berulang. Misalnya, warga dapat memperoleh manfaat dari konstruksi tahan gempa, pembuatan tempat berkumpul yang aman, atau relokasi ke tempat tinggal ke lokasi yang aman. Mempelajari keterampilan bertahan hidup juga penting.

Beberapa inisiatif, yang disebut "observatorium rekonstruksi", telah dilakukan setelah bencana besar - dua contohnya adalah Haiti pada 2021 dan Beirut, Libanon, setelah ledakan pelabuhan 2019. Tujuannya untuk mengoordinasikan citra satelit untuk memungkinkan penilaian kerusakan yang terperinci dan dinamis terhadap bangunan, jalan, pertanian, hutan, dan lainnya di daerah yang paling terkena dampak. Hal ini untuk memantau perencanaan rekonstruksi, untuk mengurangi risiko dan memantau perubahan selama tiga hingga empat tahun dalam periode yang direncanakan.The Conversation

Emilie Bronner, Représentante CNES au Secrétariat Exécutif de la Charte Internationale Espace et Catastrophes Majeures, Centre national d'études spatiales (CNES)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.