Gempa Turki-Suriah, Bagaimana Satelit Membantu Upaya Penyelamatan Korban
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ITV/Maxar Technologies
Emilie Bronner, Centre national d'études spatiales (CNES)
Dalam bencana seperti gempa bumi magnitudo 7,8 dan gempa susulan magnitudo 7,5 yang melanda Suriah dan Turki pada 6 Februari 2023, kerja sama internasional dalam pencitraan satelit berperan penting dalam upaya penyelamatan dan pemulihan.
Data tersebut memungkinkan lembaga bantuan kemanusiaan untuk mengirimkan air dan makanan dengan lebih baik dengan memetakan kondisi jalan, jembatan, maupun bangunan. Data ini juga digunakan untuk mengidentifikasi populasi yang berkumpul di stadion atau ruang terbuka lainnya guna menyelamatkan diri dari potensi gempa susulan.
Untuk segera mengalihkan pandangan satelit ke daerah yang terkena dampak, Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) meminta aktivasi piagam internasional tentang "Ruang Angkasa dan Bencana Besar" pada pukul 07.04 waktu setempat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukannya untuk Suriah pada pukul 11:29 waktu setempat.
Sementara itu, sebelas badan antariksa bersiap mengoperasikan satelit optik dan radar yang paling sesuai. Untuk Prancis, ada satelit optik Spot, Pléaides, dan Pléiades Neo (resolusi sedang, tinggi, dan sangat tinggi), yang akan memberikan gambar pertama saat melewati area tersebut. Satelit radar akan melengkapi informasi optik, karena mereka juga beroperasi pada malam hari dan melalui awan, dan dapat mencitrakan tanah longsor dan bahkan perubahan ketinggian yang sangat kecil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap tahun, jutaan orang di seluruh dunia terkena dampak bencana alam (siklon, angin puting beliung, topan, gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, tsunami, banjir, kebakaran hutan, dll.) maupun buatan manusia (polusi minyak, ledakan industri , dan lainnya). Sayangnya, intensitas dan frekuensi bencana ini meningkat seiring dengan perubahan iklim, menimbulkan lebih banyak korban, rumah yang rusak, dan bentang alam yang hancur.
Anatomi Suatu Bencana
Piagam internasional tentang "Ruang Angkasa dan Bencana Besar" mendefinisikan bencana sebagai peristiwa berskala besar, tiba-tiba, unik, dan tidak terkendali. Peristiwa ini mengakibatkan hilangnya nyawa atau kerusakan properti dan lingkungan, serta membutuhkan tindakan mendesak untuk memperoleh dan menyediakan data.
Sebaiknya Anda baca juga:
Piagam tersebut dibuat oleh Pusat Penelitian Luar Angkasa Nasional dan Badan Antariksa Eropa pada 1999, segera Badan Antariksa Kanada bergabung. Hari ini, 17 anggota badan antariksa telah bergabung untuk menyediakan citra satelit gratis secepat mungkin di atas area bencana.
Sejak 2000, piagam tersebut telah diaktifkan 797 kali di lebih dari 154 negara. Inisiatif serupa juga datang dari Eropa (Copernicus Emergency) dan Asia (Sentinel Asia).
Hampir tiga perempat aktivasi piagam disebabkan oleh fenomena cuaca: badai, angin topan, dan terutama banjir, yang merupakan setengah dari aktivasi. Dalam situasi krisis yang terkadang tidak terduga ini, ketika tanah rusak atau banjir dan jalan tidak dapat dilalui, sumber daya berbasis lahan tidak selalu dapat menganalisis tingkat bencana dan mengatur bantuan kemanusiaan secara efektif. Dengan menangkap situasi dari luar angkasa dan dilengkapi resolusi sangat tinggi, satelit memberikan informasi penting dengan cepat.
Dalam beberapa kasus, piagam tidak dapat diaktifkan. Hal ini bisa terjadi karena subjeknya berada di luar ruang lingkup piagam (perang dan konflik bersenjata) atau karena pencitraan luar angkasa terkadang kurang menarik (dalam kasus gelombang panas dan epidemi). Alasan lainnya karena fenomena yang berkembang perlahan dan dalam rentang waktu yang lama (kekeringan).
Data Satelit dalam Menanggapi Krisis di Seluruh Dunia
Satelit diprogram untuk mengambil gambar dengan cepat di daerah terdampak bencana. Lebih dari 60 satelit, optik atau radar, dapat dimobilisasi pada waktu tertentu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!