Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beijing: Balon Udara AS Sudah Sepuluh Kali Melanggar Wilayah Tiongkok

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 08:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beijing:  Balon Udara AS Sudah Sepuluh Kali Melanggar Wilayah Tiongkok Doc: antara
Ket. Dua bendera, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, berkibar bersama di sebuah tiang.

KUNMING - Kementerian Luar Negeri Tiongkok di Beijing menyebut balon udara milik Amerika Serikat telah sepuluh kali melakukan pelanggaran di atas wilayah udara Tiongkok.

"Sejak tahun lalu, balon udara AS terbang tinggi lebih dari sepuluh kali di wilayah udara Tiongkok tanpa otorisasi dari pihak Tiongkok," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin, Senin (13/2).

Selain itu, AS juga sering kali mengirimkan pesawat dan kapal perang untuk melakukan pengintaian di Tiongkok, katanya.

Ia memerinci pesawat AS terbang sebanyak 657 kali selama 2022 dan 64 kali pada Januari 2023 di wilayah udara perairan Laut Tiongkok Selatan.

"Ini jelas mengganggu keamanan nasional Tiongkok dan perdamaian serta stabilitas di kawasan," kata Wang menanggapi insiden penembakan balon udara Tiongkok yang memasuki wilayah udara AS itu.

Tiongkok mendesak AS untuk lebih baik "bercermin atas perilaku sendiri" daripada menyerang pihak lain dan memicu konfrontasi.

Wang juga menuduh AS berkali-kali melakukan operasi penyadapan rahasia secara global dengan memanfaatkan keunggulan teknologinya.

"Operasi tersebut melanggar kedaulatan dan kepentingan negara-negara lain, hukum internasional, dan norma hubungan antarnegara," kata Wang.

Pesawat nirawak yang disebut-sebut sebagai "balon mata-mata" Tiongkok ditemukan terbang secara ilegal di atas wilayah AS pada Rabu (1/2).

Tiga hari kemudian, jet tempur AS menembak jatuh balon udara mata-mata itu di atas perairan Samudera Atlantik atas persetujuan Presiden Joe Biden.

Beijing melayangkan protes keras atas penembakan tersebut karena sebelumnya menginformasikan kepada Washington bahwa balon itu merupakan pesawat nirawak sipil untuk tujuan penelitian ilmiah.

Insiden tersebut telah memperdalam konflik kedua negara ekonomi terbesar di dunia itu, sampai-sampai Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menggagalkan kunjungannya ke Beijing pada Jumat (3/2).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.