Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SKK Migas Temukan Cadangan Gas di Maluku

📅 Minggu, 12 Feb 2023, 09:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
SKK Migas Temukan Cadangan Gas di Maluku Doc: ANTARA/Humas SKK Migas
Ket. Kegiatan kontraktor migas Citic Seram Energy Ltd di Pulau Seram, Maluku.

JAKARTA - SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Citic Seram Energy Ltd menemukan indikasi hidrokarbon berupa gas melalui kegiatan pengetesan ulang uji lapisan di sumur eksplorasi Lofin-2 (re-entry).

Sumur tersebut terletak di Wilayah Kerja (WK) Seram Non-Bula, Desa Seti, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Kepala Divisi Pemboran dan Perawatan SumurSKK Migas Surya Widyantoro dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/2) mengatakan, saat ini tim SKK Migas dan Citic Seram Energy masih bekerja dan berada di lokasi untuk memantau dan melakukan tes kekuatan semburan hidrokarbon.

Selain itu, rig GW#123 masih terus bekerja untuk pengetesan ulang sumur eksplorasi tersebut.

"Flaring saat well testing sudah dilakukan dan semburan gas cukup bagus," kata Surya yang juga merupakan ahli geologi itu.

SKK Migas menjelaskan penemuan gas itu setelah dilakukan pengetesan ulang uji lapisan sumur eksplorasi Lofin-2 (re-entry) yang memiliki objektif utama di batuan karbonat formasi Manusela.

Berdasarkan hasil dari kegiatan tersebut, sumur Lofin-2mengalirkan gas sebesar 15,02 juta kaki kubik gas per hari atau MMSCFD pada bukaanchoke 64/64 inci.

Pengetesan ulang tersebut dimaksudkan untuk menguji dan mengevaluasi potensi hidrokarbon pada batuan karbonat formasi Manusela serta mengetahui karakter atau perilaku dari reservoir tersebut sehingga kegiatan ini berperan penting untuk pengembangan di struktur Lofin nantinya.

Adapun status per 11 Februari 2023 pukul 15.00 WIT, kegiatan yang sedang dilakukan pada sumur Lofin-2 (re-entry) ialah melanjutkan pembersihan lubang sumur (clean-up well).

SKK Migas menginformasikan bahwa sumur Lofin-2 tersebut ditajak pada 31 Oktober 2014 dan mencapai kedalaman akhir di 19,230 ftMD pada 19 Juli 2015.

Menurut Surya, temuan gas di Pulau Seram itu memiliki tantangan yang cukup besar dalam operasional kegiatan pengetesan sumur eksplorasi karena berada di wilayah sulit (remote), sehingga memerlukan waktu yang cukup lama.

"Terutama, untuk memobilisasi peralatan dan material pemboran, sumur dengan kedalaman yang relatif dalam dan tekanan reservoir yang tinggi," kata Surya.

Sementara itu, Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Mohammad Kemal mengatakan temuan gas tersebut merupakan angin segar eksplorasi masif, agresif, dan efisien yang terus dilakukan SKK Migas bersama KKKS.

Ia mengungkapkan potensi cadangan minyak bumi di Pulau Seram masih cukup besar dan setidaknya potensi cadangan bisa mencapai 5 miliar barel.

"Kami punya potensi cadangan minyak, yaitu Pulau Seram dan Warim Papua dan Alhamdulillah sudah ada investor yang tertarik untuk melihat datanya," kata Kemal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.