Psikolog Ungkap Warga Desa Lebih Tangguh Hadapi Bencana
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 00:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah
JAKARTA - Psikolog klinis sekaligus relawan Tim Cadangan Kesehatan (TCK) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anna Aulia, menemukan perbedaan daya tahan psikologis antara warga desa dan warga kota saat menangani dampak banjir di Aceh Tamiang.
“Di desa, mereka fokus bagaimana bisa bertahan hidup lagi. Kalau rumah hilang, mereka bilang akan bangun lagi dan cari pekerjaan lagi,” katanya dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat (20/2).
Selama bertugas mendampingi penyintas di sejumlah kecamatan, Anna mengamati warga di wilayah desa terpencil cenderung lebih cepat menerima kondisi pascabencana dibanding warga yang tinggal di pusat kota.
Sebaliknya, warga yang tinggal di wilayah yang lebih berkembang dinilai lebih terguncang secara emosional. Kehilangan aset, usaha, dan pekerjaan membuat proses pemulihan psikologis menjadi lebih lama.
"Perbedaan ini berkaitan dengan cara pandang terhadap kehilangan," kata Anna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih cepat beradaptasi ketika kehilangan harta benda.
Meski demikian, ia menegaskan setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap bencana. Besarnya dampak tidak hanya ditentukan oleh lokasi, tetapi juga oleh pengalaman kehilangan dan dukungan sosial yang dimiliki.
Dalam pendampingan di lapangan, relawan melakukan penyaringan awal untuk mengidentifikasi penyintas dengan indikasi trauma berat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendekatan dilakukan melalui pemulihan trauma dan layanan psikososial untuk membantu mereka kembali terhubung dengan lingkungan sekitar.
Menurut Anna, pemulihan psikologis membutuhkan waktu dan tidak bisa berlangsung instan.
“Yang paling penting adalah mereka merasa tidak sendiri dan tetap memiliki dukungan dari lingkungan,” ujar dia.
Penerjunan relawan TCK di Aceh sendiri merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam memperkuat layanan kesehatan pascabencana banjir di Aceh.
Kemenkes mengerahkan TCK untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, termasuk dukungan kesehatan mental bagi masyarakat terdampak. ils/Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!