Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tertua di Dunia, Tikus Bernama Pat Sabet Guinness World Record

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 15:35 WIB | Oleh:
Tertua di Dunia, Tikus Bernama Pat Sabet Guinness World Record Doc: Ken Bohn/Aliansi Satwa Liar Kebun Binatang San Die
Ket. Seekor tikus saku Pasifik bernama Sir Patrick Stewart.

Seekor tikus kecil California berhasil memenangkan penghargaan Guinness World Record sebagai tikus dengan umur terpanjang.

Seekor tikus bernama Pat pada Rabu (8/2) menerima persetujuan Guinness World Record sebagai tikus tertua yang masih hidup dalam perawatan manusia. Penghargaan itu diterima Pat usai diumumkan Aliansi Satwa Liar Kebun Binatang San Diego.

Melansir The Associated Press, lahir di Taman Safari Kebun Binatang San Diego pada 14 Juli 2013. Pat yang berada di bawah program konservasi itu kini sudah berusia 9 tahun dan 209 hari.

Pat merupakan jenis tikus saku Pasifik, yang spesies tikus terkecil di Amerika Utara. Pat sendiri hanya memiliki berat seukuran tiga buah uang logam.

Menurut Aliansi Satwa Liar Kebun Binatang San Diego, populasi tikus saku pasifik terus menurun setelah 1932 karena perambahan manusia dan perusakan habitat. Mereka bahkan dilaporkan telah punah selama 20 tahun, sebelum akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1994 di Dana Point di Orange County, California, AS.

Pada tahun 2012, aliansi tersebut memulai sebuah program untuk membantu menyelamatkan tikus dari kepunahan.

Populasi baru tikus saku Pasifik didirikan di Laguna Coast Wilderness Park Orange County dan tikus mulai berkembang biak tanpa bantuan manusia pada tahun 2017. Banyak tikus akan diperkenalkan kembali ke alam liar musim semi tahun ini.

Meskipun tidak menerima publisitas layaknya spesies hewan lebih besar yang berada di ambang kepunahan lainnya, tikus saku Pasifik sangat penting bagi ekosistemnya.

Pasalnya, tikus jenis ini bertugas menyebarkan benih tanaman asli. Kebiasaan mereka menggali juga mampu mendorong pertumbuhan tanaman.

"Pengakuan ini sangat spesial bagi tim kami, dan penting bagi spesies tersebut," kata Debra Shier, yang mendirikan dan mengawasi program konservasi tersebut.

"Ini menunjukkan dedikasi dan perhatian luar biasa yang kami berikan sebagai organisasi untuk setiap spesies, dari yang terbesar hingga yang terkecil," sambungnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.