Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KBRI Ankara Sebut Lokasi Gempa Turki Ditinggali 500 WNI

📅 Selasa, 07 Feb 2023, 14:40 WIB | Oleh:
KBRI Ankara Sebut Lokasi Gempa Turki Ditinggali 500 WNI Doc: Reuters
Ket. Orang-orang melihat bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Diyarbakir, Turki, Selasa (7/2).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara menerima banyak permintaan informasi dari masyarakat Indonesia mengenai kondisi keluarga, kerabat, atau teman mereka yang berada di Turki setelah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,8 pada Senin (6/2).

KBRI Ankara meminta keluarga dan kerabat WNI yang berada di Turki untuk tetap tenang. Sebab, tidak semua wilayah di Turki terdampak gempa.

Melalui pernyataan resmi, KBRI Ankara menyebutkan wilayah utama yang terkena gempa berada di sekitar tenggara Turki. Adapun lokasi tersebut berdekatan dengan perbatasan Suriah, meliputi 12 daerah yakni Adana, Ad?yaman, Kahramanmara?, Gaziantep, Diyarbak?r, Hatay, Kilis, ?anliurfa, Malatya, Osmaniye, Elazig, Elbistan.

"Di wilayah tersebut diperkirakan terdapat sekitar 500 WNI yang bermukim," bunyi pernyataan KBRI Ankara, dikutip Selasa (7/2).

"Sebagian besar adalah pelajar, pekerja spa terapis, pasangat menikah dengan warga setempat dan pekerja di organisasi internasional yang beroperasi di perbatasan Turki-Suriah," lanjutnya.

Lebih lanjut, KBRI Ankara menjelaskan bahwa sebanyak 6.500 WNI yang tercatat di Turki, hampir 90 persen tinggal di kawasan Marmaris (Istanbul, Bursa, Kocaeli, Canakkal, Kirklareli), Anatolia Tengah (Ankara, Sakarya, Karabuk, Kastamonu, Zonguldak, Samsun, Barten, Afyon, Kutahya, Eskisehir) dan Agean (Isparta, Antalya, Izmir, Bodrum, Mugla).

"WNI di daerah-daerah ini tidak terkena dampak gempa dan semuanya dalam keadaan aman. Khusus untuk daerah Kayseri, gempa terasa di kota Kayseri namun kondisi aman dan tidak ada korban maupun bangunan runtuh," paparnya.

Karena itu, bagi mereka yang memiliki keluarga/kerabat/teman di Turki yang berada di luar 12 kota yang terkena dampak langsung tersebut tidak perlu khawatir dan tidak disarankan untuk menghubungi hotline KBRI Ankara sehingga akan memberikan kesempatan kepada hotline untuk fokus menanganai WNI yang terdampak langsung?.

Seperti diketahui, gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 terjadi di Turki dan Suriah pada Senin (6/2). Peristiwa tersebut saat ini telah menewaskan 4 ribu orang, dan diprediksi akan terus meningkat seiring tim penyelamat melakukan pencarian di antara tumpukan reruntuhan gedung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.