Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kendalikan Harga di Sektor Riil

📅 Senin, 06 Feb 2023, 09:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kendalikan Harga di Sektor Riil Doc: Istimewa

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi global bakal melambat tahun ini, namun ekonomi RI sebenarnya masih bisa terhindar dari tekanan apabila pemerintah lebih sigap menyikapinya.

Sebab, ekonomi Indonesia selama ini tak terlalu bergantung pada ekspor. Kuncinya ada pada daya beli masyarakat dan pertumbuhan sektor riil.

Ekonom Universitas Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, optimistis ekonomi nasional masih dapat tumbuh di atas 5 persen pada 2023 meskipun harga komoditas mulai turun.

Namun, jika manufaktur orientasi ekspor mulai bangkit berpotensi bakal meningkatkan pertumbuhan. Selain itu, sektor pariwisata yang kuat masih bisa diharapkan mendorong untuk pertumbuhan.

"Kuncinya jika pemerintah mampu mengendalikan harga, sektor konsumsi yang kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) besar akan mampu mendorong pertumbuhan," ungkapnya pada Koran Jakarta, Minggu (5/2).

Dirinya mengakui, pada kuartal IV-2022, ekspor RI turun. Penurunan harga komoditas primer berimbas pada penurunan ekspor. Namun, sektor lain merasakan dampak positifnya seperti pariwisata. "Kuncinya agar tahun ini pertumbuhan terjaga ialah pada pengendalian harga di sektor riil," tandas Suhartoko.

Sebelumnya, Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Teuku Riefky, mengatakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 lalu diperkirakan mencapai 5,18 persen sampai 5,20 persen secara tahunan. Sementara pertumbuhan pada kuartal IV 2022, diprediksi mencapai 4,56 persen secara year on year.

"Dengan mempertimbangkan semua hal, Indonesia mungkin tidak akan tumbuh di atas 5 persen pada kuartal IV-2022, karena menghilangnya low-base effect dan harga komoditas yang lebih rendah pada akhir 2022 dibandingkan dengan kuartal II dan III-2022," kata Riefky.

Sementara itu, Menteri Koordinatorbidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah tetap optimistis menghadapi tahun ini. Namun, pemerintah tetap waspada menghadapi perkembangan ekonomi global ke depannya.

"Jadi sikap pemerintah menghadapi perekonomian ke depan. Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan utama dalam memitigasi berbagai risiko potensi krisis ekonomi global, yang mana Bank Dunia memprediksikan perekonomian global hanya akan bertumbuh 1,7 persen pada 2023," sebutnya.

Dia menyebut sejumlah kebijakan utama yang diambil pemerintah dalam jangka pendek yakni memperkuat pasar domestik dan konsumsi produk dalam negeri serta menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi. Dalam jangka menengah panjang, pemerintah berkomitmen melakukan transformasi ekonomi untuk meningkatkan investasi, mendorong produktivitas SDM, dan menyerap tenaga kerja melalui implementasi Undang- Undang Cipta Kerja.

"Konsumsi domestik dan investasi masih menjadi driver utama pendorong pertumbuhan," ungkap Airlangga.

Tiga Komponen

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, juga menyampaikan ekonomi Indonesia pada 2023 akan mengandalkan tiga komponen utama, meliputi konsumsi rumah tangga, pasar domestik, dan investasi serta berbagai kegiatan ekonomi di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.