Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anime 'Attack on Titan' dan Manipulasi Sejarah yang Dilakukan Penguasa

📅 Senin, 06 Feb 2023, 16:00 WIB | Oleh:
Anime 'Attack on Titan' dan Manipulasi Sejarah yang Dilakukan Penguasa Doc: (Wikimedia Commons/Altan Dilan), CC BY
Ket. Ilustrasi.

PERINGATAN SPOILER: Penulis menggunakan beberapa contoh peristiwa dalam manga yang belum diungkap dalam adaptasi anime Attack on Titan.

Dua bulan terakhir, pencinta anime (animasi Jepang) menikmati musim terakhir cerita Shingeki no Kyojin atau Attack on Titan (AoT) yang tayang di Netflix.

Serial ini adalah adaptasi manga (komik Jepang) karya Hajime Isayama yang pertama diterbitkan pada tahun 2009. Hingga tahun 2019, penjualannya mencapai 100 juta komik dan anime-nya menjadi salah satu tayangan siap tonton yang paling populer.

Ide utama serial ini menceritakan tentang masyarakat "Eldia" yang hidup di suatu pulau bernama Paradis yang mengurung diri di balik tembok kerajaan. Mereka hidup ketakutan akan "titan" (makhluk raksasa misterius) di luar tembok yang mengancam kehidupan manusia.

Namun, aksi perang melawan titan raksasa tersebut perlahan-lahan menguak masa lalu masyarakat Eldia yang selama ini ditutupi oleh keluarga kerajaan.



Trailer resmi untuk musim terakhir Attack on Titan.

Sebagai seorang peneliti sejarah, pembungkaman masa lalu tersebut adalah tema penting dalam serial ini.

Serial ini menjadi pintu masuk yang bagus untuk memahami bagaimana sejarah yang dibungkam - suatu hal yang sering terjadi bahkan di dunia nyata - bisa menimbulkan ketakutan dan keinginan masyarakat untuk menguasai kelompok lain, serta harga yang harus dibayar ketika itu terjadi.

Hilangnya sejarah memicu kekerasan dan mengubur penderitaan

Dalam bukunya yang berpengaruh, Silencing the Past: Power and the Production of the Past (1995), seorang antropolog dari Haiti, Michel-Rolph Trouillot mengatakan bahwa produksi cerita dan pengetahuan sejarah tidak pernah lepas dari kesenjangan kuasa.

Istilah populer "sejarah ditulis oleh pemenang" memberi gambaran bagaimana penguasa bisa menuliskan ulang masa lalu untuk melanggengkan kekuasaan mereka.

Di sisi lain, produksi sumber sejarah seperti arsip dan penulisan narasi sejarah - baik oleh sejarawan maupun penguasa - juga bisa dipelintir melalui peredaman atas kebebasan berpendapat dan akademik untuk membicarakan sejarah.

Ketidakjelasan sejarah akan suatu peristiwa berkelindan dengan hasrat untuk menguasai kelompok lain dan menjebak masyarakat dalam lingkaran kekerasan yang tiada henti.

Selama hampir separuh awal cerita AoT, misalnya, penonton dibuat bertanya-tanya tentang misteri asal-usul kehadiran sosok titan yang mencekam.

Ketika tembok yang melindungi masyarakat Eldia di Paradis diruntuhkan titan pada awal cerita, ketakutan yang timbul akibat minimnya pengetahuan mereka tentang titan, mendorong masyarakat untuk mengerahkan kekuatan militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.