Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tahukah Anda, Pikiran Seseorang Dapat Dibaca dari Gerakan Matanya?

📅 Sabtu, 04 Feb 2023, 11:13 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebelumnya, perubahan-perubahan dalam pola pandangan telah dipelajari dalam konteks perubahan stimulus visual. Namun, studi di Jerman tersebut adalah salah satu studi pertama yang menemukan bahwa mata kita berubah di antara pola gerakan ini sebagai respons terhadap proses berpikir.

Subyek uji diminta untuk merakit sebuah kubus Rubik sesuai dengan modelnya. Stimulus visual tidak berubah, tetapi gerakan mata peserta menunjukkan bahwa mereka berada dalam mode ambien saat informasi diambil. Pola gerakan mata peserta berubah saat mereka beralih ke bagian tugas yang berbeda, seperti memilih potongan puzzle.

Melihat ke Depan

Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi yang dimaksudkan untuk bekerja sama dengan operator manusia dapat menggunakan pelacakan mata untuk melacak proses pemikiran penggunanya. Dalam pekerjaan terbaru saya bersama tim, kami merancang sistem yang menghadirkan banyak tampilan berbeda secara paralel di layar komputer.

Dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan panah dan sorotan di layar, program kami melacak gerakan mata orang-orang untuk mengidentifikasi informasi yang dilihat peserta dan memandu mereka ke arah yang seharusnya mereka lihat. Penerapan metode kecerdasan buatan ke data pelacakan mata juga dapat membantu mengetahui jika seseorang merasa lelah atau memiliki gangguan belajar seperti disleksia.

Gerakan mata juga dapat menjadi petunjuk tentang keadaan emosi seseorang. Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa suasana hati yang sedang tidak baik membuat orang lebih sering mengalihkan mata untuk melihat kata-kata negatif seperti "kegagalan." Sebuah penelitian yang menganalisis hasil dari banyak percobaan menemukan bahwa orang-orang yang mengalami depresi menghindari melihat rangsangan positif (seperti wajah bahagia) dan mereka yang memiliki kecemasan terpaku pada tanda-tanda ancaman.

Melacak gerakan mata juga dapat membantu orang-orang belajar dengan memantau di mana mereka terjebak dalam suatu tugas. Satu studi, yang melibatkan ahli jantung yang belajar untuk membaca elektrokardiogram, menggunakan AI berdasarkan gerakan mata mereka untuk memutuskan apakah mereka memerlukan panduan lebih lanjut.

Di masa depan, kecerdasan buatan mungkin dapat menggabungkan pelacakan mata dengan ukuran lain, seperti detak jantung atau perubahan aktivitas otak, untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat tentang pemikiran seseorang saat memecahkan masalah. Pertanyaannya kemudian adalah, apakah kita ingin komputer mengetahui apa yang kita pikirkan?

Zalfa Imani Trijatna dari Universitas Indonesia menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.The Conversation

Szonya Durant, Senior Lecturer of Psychology, Royal Holloway University of London

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.