Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tahukah Anda, Pikiran Seseorang Dapat Dibaca dari Gerakan Matanya?

📅 Sabtu, 04 Feb 2023, 11:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tahukah Anda, Pikiran Seseorang Dapat Dibaca dari Gerakan Matanya? Doc: True Touch Lifestyle/Shutterstock
Ket. Mata Anda dapat mengungkapkan lebih banyak hal dari yang Anda pikirkan.

Szonya Durant, Royal Holloway University of London

Dari sebagian besar sejarah manusia, jika ingin mengetahui apa yang terjadi di belakang kita, kita harus menebaknya. Akan tetapi, sejak tahun 1960-an, para ilmuwan telah mempelajari bagaimana gerakan mata dapat membantu membaca pikiran seseorang. Kemampuan untuk menguping lamunan dan monolog internal seseorang secara detail masih menjadi fiksi ilmiah, tetapi penelitian membantu kita mempelajari lebih lanjut tentang hubungan antara mata dan kondisi mental kita.

Baru-baru ini, penelitian di Jerman menunjukkan bahwa pelacakan gerakan mata dapat membantu mendeteksi posisi seseorang dalam proses berpikirnya.

Penelitian semacam ini bukan sekadar keingintahuan umum. Bayangkan jika kamu adalah seorang pilot yang sedang mencoba manuver rumit yang membutuhkan konsentrasi penuh. Sementara itu, kamu melewatkan alarm berkedip yang membutuhkan perhatian. Teknologi hanya akan berguna jika selaras dengan cara manusia berpikir dan berperilaku di dunia nyata.

Kemampuan untuk melacak proses berpikir dapat menghindari kondisi yang mengancam jiwa antara manusia dan komputer. Jika penelitian psikologi tentang pelacakan mata digabungnkan dengan AI (kecerdasan buatan), hasilnya dapat merevolusi antarmuka komputer (computer interface) dan memberi manfaat bagi orang-orang dengan disabilitas belajar.

Pelacakan gerakan mata dimulai pada tahun 1960-an ketika versi pertama teknologi dikembangkan oleh ilmuwan Alfred Yarbus yang meneliti isu ini pertama kali. Saat itu, penutup hisap yang tidak nyaman dipasang di mata peserta dan pantulan cahaya menelusuri titik fokus mereka.

Yarbus menemukan bahwa manusia terus-menerus mengalihkan pandangannya untuk berfokus pada berbagai bagian pemandangan di depan. Dengan setiap gerakan mata, bagian pemandangan yang berbeda menjadi fokus tajam, dan bagian lain di ujung pandangan menjadi buram. Kita tidak dapat menerimanya sekaligus.

Sampel pemandangan tidak diambil secara acak. Dalam studi Yarbus yang terkenal pada tahun 1967, dia meminta orang-orang untuk melihat sebuah lukisan.

Dia kemudian bertanya kepada peserta "Seberapa kaya orang-orang itu" dan "Apa hubungan antara mereka?" Pola gerakan mata yang berbeda muncul sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.

Membuat Kemajuan

Sejak itu, kamera inframerah dan program komputer membuat pelacakan mata lebih mudah. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa pelacakan mata dapat mengungkapkan pada tahap apa seseorang berpikir. Dalam eksperimen psikologi kognitif, orang-orang sering diminta untuk menemukan objek dalam buku Where's Wally.

Niat yang dimiliki seseorang mempengaruhi cara matanya bergerak. Misalnya, jika dia sedang mencari benda berwarna merah, matanya pertama-tama akan berpindah ke semua benda berwarna merah di tempat kejadian. Artinya, gerakan mata seseorang mengungkap isi memori jangka pendeknya.

Studi tahun 2022 di Jerman mengungkapkan bahwa pelacakan mata dapat membedakan antara dua fase berpikir. Mode ambien melibatkan pengambilan informasi, sementara pemrosesan fokus terjadi pada tahap akhir pemecahan masalah.

Dalam mode ambien, mata bergerak cepat dalam jarak jauh untuk melihat impresi samar dari target yang menarik. Ini digunakan untuk orientasi spasial. Kemudian, kita fokus pada informasi untuk jangka waktu yang lebih lama saat memprosesnya lebih dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.