Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Serang Percepat Penurunan Stunting di Bawah 5 Persen Hingga 2024

📅 Sabtu, 04 Feb 2023, 01:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kota Serang Percepat Penurunan Stunting di Bawah 5 Persen Hingga 2024 Doc: ANTARA/Mulyana
Ket. Walikota Serang Syafrudin didampingi Asda II Kota Serang Yudi Suryadi menghadiri kegiatan roadshow daring bersama Menko PMK, di Comand Center Diskominfo Kota Serang, Jumat (3/2/2023).

Serang - Walikota Serang Syafrudin mengatakan, Pemkot Serang terus berupaya mempercepat penurunan angka stunting di Kota Serang dengan target di bawah 5 persen pada 2024.

"Dari jumlah penduduk Kota Serang yang berjumlah 721.000, prevalensi stunting Kota Serang berada di angka 23,8 persen," kata Syafrudin didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Kota Serang Yudi Suryadi saat menghadiri kegiatanroadshowdaring bersama Menko PMK, di Comand center Diskominfo Kota Serang, Jum'at.

Kegiatan secara daring tersebut dilakukan sebagai bentuk percepatan dalam penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di kabupaten/kota se-Indonesia.

"Itu didapat berdasarkan hasil survei yang berstatus gizi atau studi status gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022," kata Syafrudin.

Sementara berdasarkan studi yang dihasilkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) angka stunting di Kota Serang hanya berada di angka 4,32 persen.

"Ini ada perbedaan karena survei pusat dan daerah itu ada perbedaan" kata Syafrudin.

Syafrudin juga menambahkan, sebagai bentuk upaya mencegah pertumbuhan stunting, pemerintah Kota Serang juga turut melakukan pembekalan dari sebelum masa pernikahan hingga mengandung dan melahirkan

"Dari mulai sebelum pernikahan sudah diberikan bekal selama 3 bulan selama mengandung. Kemudian setelah melahirkan kami sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama di usia kandungan dari satu bulan sampai melahirkan kemudian usai melahirkan kita kontrol terus" kata Syafrudin.

Menurutnya, beberapa kendala yang dialami Kota Serang pada saat ini adalah pola hidup masyarakat yang rendah dan kesadaran terhadap kebersihan yang kurang.

"Dari sisi konsumsi makanan ibu hamil itu sangat berpengaruh, faktor lingkungan, kekumuhan, sanitasi dan air bersih juga menjadi salah satu penyebab" kata Syafrudin.

Sesuai dengan arahan Presiden RI, kata dia, pemerintah Kota Serang turut menargetkan di tahun 2024, kasus stunting Kota Serang dapat turun di bawah 5 Persen

"Pada tahun 2024 mudah-mudahan bisa ada penurunan, bukan tuntas ya, karena dari 24 persen ini tingkat nasional arahan Presiden itu di tahun 2024 itu sekitar 14 persen. Kalau Kota Serang mungkin bisa ditargetkan di bawah 5 persen" kata Syafrudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.