Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Siap Gelar Lebih Banyak Negosiasi Kode Etik Laut Tiongkok Selatan

📅 Sabtu, 04 Feb 2023, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Siap Gelar Lebih Banyak Negosiasi Kode Etik Laut Tiongkok Selatan Doc: kemlu.go.id
Ket. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin pertemuan menteri luar negeri ASEAN dalam ASEAN Foreign Ministers' Retreat di Jakarta, Sabtu (4/2/2023).

JAKARTA - Indonesia siap menggelar lebih banyak perundingan dan negosiasi mengenai kode tata perilaku (Code of Conduct/CoC) Laut Tiongkok Selatan (LCS) selama menjalani perannya sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun ini.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan para menlu ASEAN pada acara ASEAN Ministerial Meeting (AMM) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (4/2).

"Anggota ASEAN berkomitmen untuk menyelesaikan negosiasi CoC sesegera mungkin guna melahirkan CoC yang substantif, efektif dan dapat ditindaklanjuti," ujar Retno dalam konferensi pers usai pertemuan AMM.

"Indonesia siap menggelar lebih banyak negosiasi CoC tahun ini. Negosiasi pertama akan digelar pada Mei," kata dia.

Selain melanjutkan negosiasi CoC, seluruh anggota ASEAN juga berkomitmen untuk mematuhi pelaksanaan Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration of Conduct/DoC) dalam mengelola LCS.

DoC adalah kesepakatan di Laut Tiongkok Selatan yang ditandatangani oleh ASEAN dan Tiongkok pada November 2002, dan menandai dukungan pertama Beijing terhadap kesepakatan multilateral tentang masalah tersebut.

Indonesia berhasil mendorong kesepakatan antara ASEAN dan Tiongkok mengenai DoC dalam pertemuan menlu ASEAN di KKT ASEAN di Bali pada 2011.

Dokumen implementasi DoC itu menjadi pintu masuk penyusunan CoC, yang diharapkan menjadi pedoman tata perilaku guna menghindari konflik terutama antarnegara yang saling bersengketa di Laut Tiongkok Selatan.

Ketegangan hubungan antarnegara yang bersengketa di Laut Tiongkok Selatan masih terus terjadi. Negara-negara yang terlibat dalam sengketa ini di antaranya Tiongkok, Vietnam dan Filipina.

Oleh karena itu, Indonesia dalam keketuaannya tahun ini akan mengintensifkan proses negosiasi serta mencari pendekatan-pendekatan baru sehingga CoC Laut Tiongkok Selatan bisa segera diselesaikan.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Sidharto R Suryodipuro mengatakan bahwa negosiasi CoC merupakan suatu proses yang panjang namun tetap penting dilakukan karena menjadi kunci penyelesaian konflik LCS.

"Kami bertekad mengintensifkan negosiasi sehingga dapat melahirkan CoC yang efektif dan dapat diterapkan sesuai hukum internasional," kata Sidharto.

"Negosiasi adalah sebuah proses, dan proses saya kira sama pentingnya seperti hasil," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.