Ilmuwan Temukan 'Resep' Membuat Mumi Zaman Mesir Kuno
📅 Kamis, 02 Feb 2023, 15:43 WIB | Oleh: SulianaIlmuwan berhasil membongkar rahasia masyarakat Mesir kuno dalam hal mengawetkan jasad orang mati menjadi apa yang kita kenal sebagai Mumi.
Masyarakat Mesir kuno telah membuat Mumi orang mati sebagai langkah mencari kehidupan abadi. Mumi diyakini diciptakan dengan linen dan mengoleskan campuran resin dan zat lain ke kulit.
Kini, studi yang diterbitkan pada jurnal Nature pada Rabu (1/2), berhasil mengungkap rahasia pembuatan Mumi oleh masyarakat Mesir kuno. Temuan ini didasarkan pada penemuan sebuah bengkel yang diyakini sebagai tempat 'pembuatan' Mumi yang langka beserta harta tembikar berusia sekitar 2.500 tahun.
Melansir The Associated Press, banyak guci dari situs tersebut masih bertuliskan instruksi seperti "mencuci" atau "untuk dipakai di kepalanya".
Dengan mencocokkan tulisan di bagian luar bejana dengan jejak bahan kimia di dalamnya, para peneliti mengungkap detail baru tentang "resep" yang membantu masyarakat Mesir kuno dalam mengawetkan tubuh manusia selama ribuan tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Joann Fletcher, seorang arkeolog di University of York yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut mengungkap temuan 'bengkel' Mumi itu layaknya mesin waktu yang dapat membuat peneliti memahami proses pengawetan jasad manusia.
"Ini memungkinkan kami untuk tidak melihat dari balik bahu para pembalsem kuno [pembuat Mumi], mungkin sedekat yang pernah kami dapatkan," ujar letcher epada AP.
Resep-resep itu menunjukkan bahwa pembalsem memiliki pengetahuan mendalam tentang zat apa yang akan membantu mengawetkan jenazah dengan bahan-bahan dari belahan dunia lain. Hal ini sekaligus menunjukkan yang berarti orang Mesir berusaha keras untuk membuat Mumi mereka "sempurna mungkin".
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun 'bengkel' Mumi itu ditemukan di kawasan pemakaman Saqqara oleh Ramadan Hussein pada tahun 2016 selaku penulis studi.
Salima Ikram, seorang Egyptologist di The American University di Kairo yang tidak terlibat dalam penelitian menjelaskan di 'bengkel' itulah fase terakhir dari proses pengawetan Mumi berlangsung.
Setelah mengeringkan tubuh dengan garam, yang mungkin dilakukan di atas permukaan tanah, pembalsem akan membawa jasad yang hendak diawetkan ke dalam ruangan atau 'bengkel' tersebut.
"Ini adalah fase terakhir dari transformasi, di mana ritus rahasia, ritus keagamaan, dilakukan," kata Ikram.
"Orang-orang akan melantunkan mantra dan himne saat Anda dibungkus dan resin diurapi di seluruh tubuh Anda," sambungnya.
Para ahli sudah memiliki beberapa petunjuk tentang zat apa yang digunakan masyarakat Mesir kuno dalam langkah terakhir pembuatan Mumi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!