Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bappenas Luncurkan Dokumen Stranas Lahan Basah

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 16:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Luncurkan Dokumen Stranas Lahan Basah Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Medrilzam (kedua dari kiri) bersama para pemangku kepentingan terkait foto bersama sembari memegang dokumen Strategi Nasional (Stranas) Pengelolaan Lahan Basah Ekosistem Gambut dan Mangrove, Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (2/2).

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meluncurkan dokumen Strategi Nasional (Stranas) Pengelolaan Lahan Basah Ekosistem Gambut dan Mangrove.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati mengatakan bahwa dokumen ini rujukan bagi para pemangku kepentingan untuk secara kolaboratif melakukan pengelolaan ekosistem lahan basah, utamanya ekosistem gambut dan mangrove.

"Peluncuran dokumen stranas lahan basah ini menjadi sangat tepat. Hal ini mengingat upaya pengelolaan lahan basah perlu terus diperkuat akibat adanya tekanan terhadap ekosistem ini yang semakin nyata dan akan semakin besar ke depannya. " kata dia secara virtual dalam acara peluncuran dokumen tersebut di Jakarta, Kamis (2/2).

Peluncuran dokumen tersebut bertepatan dengan Hari Lahan Basah Sedunia 2023 yang mengusung tema "Wetland Restoration" atau Pemulihan Lahan Basah.

Tekanan terhadap ekosistem gambut dan mangrove memperoleh tantangan mengingat adanya tren triple planetary crisis yang akan terus terjadi di bumi ini. Tren ini mencakup tiga krisis lingkungan besar, yaitu perubahan iklim, tingginya polusi, kerusakan lingkungan, serta hilangnya keanekaragaman hayati.

Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), 50-70 persen dari populasi global berpotensi terdampak akibat dari kondisi iklim pada 2100.

Selain itu, krisis polusi dalam bentuk pencemaran air, udara, tanah, dan limbah juga menyebabkan sekitar 4,2 juta kematian setiap tahunnya.

"Pada akhirnya, krisis kehilangan keanekaragaman hayati juga terus mengancam punahnya satu juta spesies tumbuhan dan hewan," ucapnya.

Lebih lanjut, dampak buruk dari triple planetary crisis menimbulkan berbagai tantangan bagi pengelolaan ekosistem lahan basah.

Ekosistem lahan basah mengalami perubahan siklus hidrologi, antara lain disebabkan perubahan suhu udara dan tata guna lahan, meningkatnya kerentanan pesisir serta pencemaran, dan kerusakan kawasan pesisir serta laut yang akan berpengaruh terhadap pengelolaan ekosistem di sekitarnya.

Sebaliknya, pengelolaan ekosistem lahan basah yang tidak optimal dapat turut memperburuk krisis yang terjadi karena fungsi ekosistem lahan basah sangat penting bagi penyangga sistem lainnya, terutama sistem sosio-ekologi.

Jika kita berbicara tentang ekosistem lahan basah, kata Vivi, tentu tidak lepas dari keseluruhan ekosistem di daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan alami atau buatan; tetap atau sementara, dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau, atau asin, termasuk wilayah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari 6 meter pada waktu surut.

Dalam stranas lahan basah ini yang berfokus pada dua ekosistem lahan basah, yaitu gambut dan mangrove, memiliki potensi yang tinggi untuk menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.