Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korban Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Tembus 100 Jiwa

📅 Rabu, 01 Feb 2023, 15:08 WIB | Oleh:
Korban Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Tembus 100 Jiwa Doc: AFP/Maaz ALI
Ket. Pihak berwenang menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing dan mencari korban ledakan bom bunuh diri yang menyasar sebuah masjid di dalam markas polisi di Peshawar, Pakistan.

Jumlah korban tewas akibat ledakan bom bunuh diri yang menyasar sebuah masjid di dalam kompleks polisi, di Kota Peshawar, Pakistan, dilaporkan bertambah menjadi 100 orang.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rana Sanaullah mengatakan korban tewas termasuk 97 petugas polisi dan tiga warga sipil. Sementara, 27 pasien lainnya masih dalam kondisi kritis.

Insiden bom bunuh diri itu terjadi ketika sekitar 400 polisi berkumpul untuk salat Ashar di kompleks masjid yang berlokasi di ibu kota provinsi Peshawar, pada Senin (30/1). Ledakan itu seketika meruntuhkan dinding serta sebagian besar atap masjid dan menghujani ratusan petugas kepolisian yang berada di dalamnya.

"Kami berada di garis depan mengambil tindakan terhadap militan dan itulah mengapa kami menjadi sasaran," kata kepala polisi kota Muhammad Ijaz Khan kepada AFP.

Berbicara kepada wartawan, Kepala Kepolisian provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Moazzam Jah Ansari mengatakan bahwa seorang pembom bunuh diri memasuki masjid sebagai tamu, dan membawa 10-12 kilogram bahan peledak dalam bentuk serpihan.

Walau begitu, pihak berwenang masih berupaya menyelidiki bagaimana pelanggaran keamanan besar dapat terjadi di salah satu daerah dengan kontrol paling ketat di kota itu.

Meski pihak kepolisian belum bisa mengidentifikasi pelaku serangan tersebut, Seorang komandan Taliban Pakistan, yang juga dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), Sarbakaf Mohmand mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui unggahan di Twitter.

Namun beberapa jam berselang, juru bicara TTP Mohammad Khurasani mengatakan bahwa TTP tidak akan menyasar masjid, seminari, dan tempat-tempat keagamaan lainnya. Ia pun menegaskan bahwa mereka yang mengambil bagian dalam serangan terhadap tempat keagamaan akan menghadapi tindakan hukuman di bawah kebijakan TTP.

Meski begitu, Khurasani tidak membahas mengapa seorang komandan TTP mengaku bertanggung jawab atas pengeboman tersebut.

Sementara Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif, bersumpah akan menindak tegas terhadap mereka yang berada di balik pengeboman. Sharif sendiri telah mengunjungi korban luka di Peshawar untuk menyampaikan belasungkawa.

"Skala besar dari tragedi kemanusiaan tidak terbayangkan. Ini tidak kurang dari serangan terhadap Pakistan," cuit Sharif, seperti dikutip dari Associated Press.

Melansir AP, Pakistan yang sebagian besar populasinya merupakan muslim Sunni telah mengalami lonjakan serangan militan sejak November lalu ketika pihak TTP memutuskan mengakhiri gencatan senjata mereka dengan pasukan pemerintah.

Awal bulan ini, Taliban Pakistan mengklaim salah satu anggotanya menembak dan membunuh dua petugas intelijen, termasuk direktur sayap kontraterorisme dari agen mata-mata Inter-Services Intelligence yang berbasis militer di negara itu.

TTP yang masih sekutu dekat Taliban Afghanistan itu telah mengobarkan pemberontakan di Pakistan dalam 15 tahun terakhir. Mereka menuntut penegakan hukum Islam yang lebih ketat, pembebasan anggotanya dalam tahanan pemerintah dan pengurangan kehadiran militer Pakistan di wilayah provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang telah lama digunakan sebagai basis TTP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.