Bertekad Jadi Perusahaan Energi Ramah Lingkungan Terkemuka, PGE Tawarkan 25% Saham ke Publik
📅 Rabu, 01 Feb 2023, 18:18 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: Istimewa
JAKARTA- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, (PGE) salah satu perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia dan global dalam hal kapasitas terpasang, akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 25 persen saham ke publik dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dalam melaksanakan aksi korporasi tersebut, PGE mendapat dukungan penuh dari induk usaha PT Pertamina (Persero) dan telah mendapatkan Surat Izin Pengumuman Prospektus Ringkas dan/atau Pelaksanaan Penawaran Awal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Januari 2023.
PGE akan melaksanakan masa penawaran awal pada tanggal 1 Februari 2023 hingga tanggal 9 Februari 2023. Perusahaan yang bergerak di bidang energi hijau itu akan melepas sebanyak-banyaknya 10.350.000.000 (sepuluh miliar tiga ratus lima puluh juta) saham biasa atas nama dengan harga penawaran yang berkisar antara 820-945 rupiah per saham.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yuniarto dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (1/2) mengatakan PGE menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya 9,78 triliun rupiah melalui IPO. Alokasi dana hasil IPO itu akan digunakan oleh PGE untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) dan pembayaran sebagian fasilitaspinjaman.
PGE jelasnya turut mengalokasikan sebanyak-banyaknya 1,50 persen atau sebanyak-banyaknya 630.398.000 saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum untuk Program Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen dan Karyawan (MESOP).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebijakan itu sesuai dengan keputusan pemegang saham secara sirkuler pada tanggal 27 Januari 2022.
Surat Efektif OJK atas Pernyataan Pendaftaran IPO PGE diharapkan dapat diperoleh pada tanggal 16 Februari 2023 sehingga masa penawaran umum perdana saham PGE dijadwalkan pada tanggal 20 Februari 2023 hingga tanggal 22 Februari 2023.
"Pencatatan saham perdana di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada tanggal 24 Februari 2023," kata Ahmad Yuniarto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam penawaran umum perdana saham, PGE menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PGE juga menunjuk CLSA, Credit Suisse, dan HSBC sebagai international selling agents.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa solidnya prospek PGE juga didukung oleh basiscadangan dan sumber daya yang besar.
Ahmad mengatakan, PGE memiliki peran yang besar baik bagi Pertamina maupun Indonesia. PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang tersebar di 6 area dengan kapasitas terpasang 672 megawatt (MW) yang dioperasikan sendiri dan sebanyak1.205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract/JOC).
Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sebesar sekitar 82 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi emission avoidance CO2 sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun. Pemanfaatan yang dilakukan oleh PGE dari energi geothermal telah berhasil membuat 2.085.000 rumah di Indonesia teraliri listrik.
"Pertamina Geothermal Energy juga berambisi meningkatkan basis kapasitas terpasangnya dari 672 MW saat ini menjadi 1.272 MW pada tahun 2027. Langkah ini sejalan dengan misi menjadi perusahaan energi ramah lingkungan terkemuka," katanya.
"PGE memiliki rekam jejak pengembangan panas bumi dan pembangkit listrik yang solid dan terbukti," jelas Ahmad.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!