Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Kotim Tetap Minati Vaksinasi Penguat Dosis Dua

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 17:10 WIB | Oleh:
Masyarakat Kotim Tetap Minati Vaksinasi Penguat Dosis Dua Doc: ANTARA/Norjani
Ket. Salah seorang warga menjalani vaksinasi booster kedua di Puskesmas Baamang II, Selasa (31/1).

SAMPIT, KALIMANTAN TENGAH - Vaksinasi penguat (booster) kedua di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tetap diminati masyarakat karena menyadari pentingnya untuk mencegah penularan Covid-19 dan varian barunya.

Kepala Puskesmas Baamang II, dr Desliana Eka Maulitita di Sampit, Selasa (31/1), mengatakan, kendati tidak terlalu antusias seperti awal, tetapi setiap hari ada saja dan rata-rata kunjungan untuk vaksinasi tersebut berkisar antara 30 sampai 50 orang per hari.

"Yang banyak memang vaksinasi booster kedua, tapi ada juga yang baru pertama kali vaksin," katanya.

Puskesmas Baamang II tetap melayani warga yang ingin melakukan vaksinasi I, II, booster pertama dan booster kedua. Warga bisa langsung datang ke puskesmas yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Kecamatan Baamang tersebut.

Desliana menyebut, pihaknya menerima 30 vial vaksin pfizer pada awal Januari lalu dan hingga saat ini sudah 15 vial vaksin yang digunakan. Satu vial vaksin bisa digunakan untuk 11 sampai 12 orang yang menjalani vaksinasi booster karena dosisnya lebih kecamatan sedikit.

"Jika untuk vaksinasi pertama atau kedua, maka satu vial vaksin hanya cukup untuk enam orang," terangnya.

Dia mengakui, antusiasme warga untuk menjalani vaksinasi booster tidak setinggi sebelumnya. Kondisi ini kabarnya juga terjadi di daerah lainnya.

"Kurang antusias masyarakat mungkin karena melihat kasus Covid-19 sudah tidak ada lagi sehingga mereka menunda-nunda untuk menjalani vaksinasi booster kedua atau merasa sudah cukup sampai booster pertama," timpal Desliana.

Dia mengatakan, booster kedua penting untuk meningkatkan imunitas, terlebih bagi kelompok masyarakat yang berisiko, seperti yang memiliki penyakit penyerta atau usia lanjut.

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap efek samping booster karena hampir sama seperti vaksinasi sebelumnya, seperti ada yang demam atau bengkak. Kondisi itu wajar, tetapi biasanya efek tersebut bertahan satu atau dua hari dan kemudian hilang sendiri.

Disinggung penularan Covid-19, Desliana memperkirakan masih ada, namun sangat kecil. Jika pun ada, umumnya hanya bergejala ringan sehingga hanya diarahkan menjalani isolasi mandiri hingga sembuh.

"Mungkin kasusnya ada saja cuma tidak setinggi dulu. Yang terpapar masih ada, tetapi gejalanya ringan sehingga cukup isolasi mandiri. Kebanyakan sudah divaksinasi sehingga cukup isolasi mandiri," demikian Desliana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.