Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LRT Mesti Terkoneksi Moda Lain

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
LRT Mesti Terkoneksi Moda Lain Doc: ANTARA/HO-PT KAI
Ket. Rangkaian kereta LRT Jabodebek.

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Martin Manurung, mengingatkan Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Kota Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) harus bisa terkoneksi dengan moda-moda transportasi wilayah tersebut. "LRT nanti melintasi wilayah Jakarta hingga Depok dan Bekasi. Meskipun fasilitas transportasi yang dimiliki berbeda-beda tiap kota, namun tetap harus diupayakan terintegrasi dengan LRT," jelasnya, Senin (30/1).

Dia minta jangan lupa, ke depan, LRT harus bisa terkoneksi dengan berbagai moda transportasi seperti angkot dan Transjakarta. Ini tantangan tersendiri agar LRT ke depan sama dengan praktik di luar negeri, di mana penumpang tidak perlu repot-repot membeli karcis berbeda-beda.

Tak hanya itu, keselamatan LRT Jabodebek wajib menjadi aspek terpentingagar kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik nasional semakin bagus. "Tentu kalau ini sukses, akan mengurangi kepadatan dan tingkat kemacetan Jabodebek," kata Martin.

Dia juga mengapresiasi sambutan segenap mitra kerja BUMN seperti PT Adhi Karya, PT Industri Kereta Api dan PT KAI saat Komisi VI DPR meninjau LRT Jabodebek. Dia mengharapkan ini menjadi kisah sukses ke depan agar negara ini juga memiliki sistem transportasi LRT yang melengkapi keseluruhan moda transportasi lainnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko selaku Pejabat Sementara Direktur Utama PT Inka (Persero), Andy Budiman, mengatakan LRT Jabodebek diperkirakan baru siap beroperasi pertengahan tahun sekitar bulan Juli 2023. Hal ini akan menjadi pembuktian ke pasar global bahwa Indonesia mampu memproduksi kereta dengan teknologi tinggi seperti LRT Jabodebek.

Sedangkan terkait tarif integrasi antarmoda, PT MRT Jakarta (Perseroda) menilai, harga maksimal 10 ribu perlu dievaluasi kembali karena tak banyak penumpang memanfaatkannya. "Hanya dua persen dari total penumpang yang menggunakan tarif integrasi, perjalanan menggunakan lebih dari satu moda transportasi," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat. Tarif integrasi bisa untuk naik TransJakarta, MRT dan LRT Jakarta sejak Agustus 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.