Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Stunting dengan Konsumsi Protein Hewani Cukup

📅 Senin, 30 Jan 2023, 20:43 WIB | Oleh:
Cegah Stunting dengan Konsumsi Protein Hewani Cukup Doc: ISTIMEWA
Ket. protein hewani

JAKARTA - Protein menjadi zat makanan terpenting untuk mencegah stunting, karena telah terbukti sesuai penelitian ilmiah. Oleh karenanya kunci menurunkan tengkes (stunting) adalah mengonsumsi asam amino esensial lengkap dan cukup yang bersumber dari protein hewani.

"Penelitian lebih jauh mengungkap bahwa pangan sumber protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dan bisa didapatkan dari susu, telur, ikan, ayam dan lainnya," ungkap Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Satgas Stunting Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Ph.D, Sp.A(K), melalui keterangan tertulis Senin (30/1).

Selama konsisten menjalankan konsep yang terbukti secara ilmiah (scientifically proven) ia optimis Indonesia mampu mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada 2024. Pada 2021 angka stunting sebesar 24,4 persen. Artinya harus mampu mencapai penurunan sebesar 2,7 persen setiap tahun.

Ia menjelaskan, protein mengandung asam amino esensial lengkap dan cukup. Penelitian lebih jauh mengungkap protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dan bisa didapatkan dari susu, telur, ikan, ayam dan lainnya.

Protein hewani penting karena kelengkapan, kecukupan dan bioavailabilitas asam amino esensialnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan protein nabati. Protein nabati memiliki limiting amino acids yang kurang efektif dalam mendukung pembentukan hormon pertumbuhan.

Ia juga menghimbau perlunya memperhatikan perbandingan protein dan energi untuk mencapai kenaikkan berat badan atau tinggi badan yang cukup. Perbandingan protein dan energi sebesar 1,6 gr per 100 kcal atau 6,4 persen terbukti secara konsisten menghasilkan penambahan panjang memuaskan pada anak normal.

"Tetapi dalam keadaan malnutrisi mulai dari weight faltering sampai stunting diperlukan perbandingan protein dan energi yang lebih besar dari 10 persen. Konsumsi asam amino esensial akan mempengaruhi pembentukan protein dan lemak dalam tubuh, termasuk hormon pertumbuhan," ujar dia.

Di antara sumber protein hewani, susu dan telur mempunyai nilai digestible indispensable amino acid score (DIAAS) tertinggi. Penelitian membuktikan DIAAS berperan paling penting dalam pencegahan stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.