Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Serukan Negara Islam Ingatkan Taliban Soal Hak Perempuan, Termasuk Indonesia

📅 Minggu, 29 Jan 2023, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Serukan Negara Islam Ingatkan Taliban Soal Hak Perempuan, Termasuk Indonesia Doc: istimewa
Ket. Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed.

PBB - Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed, Rabu (25/1) lalu meminta negara-negara Muslim untuk mengingatkan otoritas de facto Afghanistan, Taliban, bahwa wanita memiliki hak dalam Islam.

Dilansir Anadolu, Amina Mohammed melakukan perjalanan ke beberapa negara termasuk Turki, Indonesia dan beberapa negara Teluk, termasuk Arab Saudi, sebelum delegasinya mengunjungi Afghanistan untuk berbincang dengan Taliban.

''Ada proposal di atas meja sekarang bahwa PBB bersama OKI - Organisasi Kerjasama Islam - akan bersama-sama mengadakan konferensi internasional dengan sejumlah negara pada Maret tentang wanita di dunia Muslim, dan ini akan membahas masalah Afghanistan, tetapi juga kawasan,'' ujar dia kepada wartawan di markas besar PBB setelah menyelesaikan perjalanan empat hari ke Afghanistan.

''Ketika (aktivis pendidikan perempuan Pakistan) Malala (Yousafzai) ditembak, dia ditembak di Pakistan. Jadi ada masalah di daerah. Ada daerah yang juga perlu tampil ke depan dengan mendorong hak-hak perempuan dalam Islam.''

Dia menekankan bahwa sangat penting bagi negara-negara Muslim untuk bersatu dan mengingatkan Taliban bahwa perempuan memiliki hak dalam Islam.

"Banyak hal yang harus kita tangani adalah bagaimana kita melakukan perjalanan ke Taliban dari abad ke-13 hingga ke-21, dan itu adalah sebuah perjalanan," tutur Amina.

Kembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan pada 15 Agustus 2021 diikuti hambatan bantuan keuangan internasional yang menyeret negara itu ke dalam krisis ekonomi, kemanusiaan, dan hak asasi manusia.

Rezim Taliban baru-baru ini menutup universitas untuk perempuan di seluruh negeri sampai pemberitahuan lebih lanjut dan telah melarang anak perempuan untuk bersekolah SMA, membatasi kebebasan bergerak wanita dan anak perempuan, mengecualikan perempuan dari sebagian besar wilayah kerja dan melarang perempuan menggunakan taman, pusat kebugaran dan pemandian umum.

Wanita dan anak perempuan telah dirampas haknya, termasuk hak soal pendidikan, dan hilang dari kehidupan publik di bawah Taliban.

Ribuan perempuan sejak itu kehilangan pekerjaan atau dipaksa mengundurkan diri dari lembaga pemerintah dan sektor swasta.

Banyak perempuan menuntut agar hak mereka dipulihkan dengan turun ke jalan dan menggelar aksi protes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Polsek Pasar Minggu Kenalka...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.