Kearifan Lokal Bingkai Penting Kerukunan Nasional
Jumat, 27 Jan 2023, 01:30 WIBJAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut kearifan lokal menjadi unsur penting untuk membentuk dan menjaga kerukunan nasional.
"Masing-masing daerah punya kearifan lokal. Di Minahasa (ada) 'Torang Semua Basudara', di Batak sana 'Dalihan Natolu' artinya semua satu tubuh, kalau di Dayak (ada) 'Rumah Betang', kalau di Maluku sana 'Pela Gandong' jadi saya pikir semua itu memberikan nilai-nilai kerukunan, karena itu kearifan lokal bingkai penting dalam rangka menjaga kerukunan nasional," kata Wapres Ma'ruf Amin saat membuka Pra-Kongres Kebudayaan Minahasa tahun 2023 di Universitas Indonesia, Jakarta, Kamis (26/1).
Wapres Ma'ruf menyebut kearifan lokal itu merupakan salah satu bingkai kerukunan nasional. "Saya melihat ada bingkai politis, yaitu 4 pilar, lalu ada bingkai yuridis yaitu aturan-aturan yang dibuat dan bingkai teologis yaitu teologi kerukunan, bukan teologi konflik dan bingkai kearifan lokal," ungkap Wapres.
Kearifan lokal tersebut, menurut Wapres, justru dapat lebih menyelesaikan konflik saat cara politis dan yuridis tidak mampu menyelesaikannya. "Seperti di Papua untuk menyelesaikan konflik dipakai kearifan lokal dengan 'bakar batu' justru persoalan menjadi selesai. Ini keunikannya," tambah Wapres.
Kearifan lokal pun kaya akan nilai-nilai luhur yang meninggikan kemanusiaan dan persaudaraan. "Dalam budaya Minahasa, saya ulangi, kita mengenal semboyan Torang Samua Basudara. Kita semua bersaudara. Nilai-nilai mulia tersebut menjadi fondasi yang kokoh bagi terwujudnya kerukunan nasional. Persaudaraan sebangsa mesti kita tempatkan di atas kepentingan lainnya," ujar Wapres.
Oleh sebab itu, kata Wapres, budaya lokal yang menjadi unsur pembentuk budaya nasional serta dapat mempererat persatuan dan kesatuan. "Jadi mesti kita rawat, lestarikan dan kembangkan," tambah Wapres.
Kongres pengembangan budaya Minahasa juga menjadi salah satu daerah yang memiliki budaya lokal yang perlu dikembangkan. "Memang budaya-budaya lokal ini kita kembangkan sebagai bagian dari budaya nasional, dan itu kekayaan nasional kita karena banyak nilai-nilai kearifan lokal yang sangat baik, baik di dalam membangun semangat kita mengembangkan memajukan negara dan juga dalam rangka menjaga kerukunan nasional," tutup Wapres.
Perlu Dikembangkan
Wakil mengatakan budaya lokal bukan hanya harus dilestarikan, tetapi juga perlu dikembangkan agar tidak hanya menjadi "fosil".
"Upaya untuk memajukan dan melestarikan budaya bangsa membutuhkan peran aktif dan inisiatif dari masyarakat luas. Jadi, bukan hanya melestarikan, tapi juga mengembangkan dan memberikan nilai-nilai yang lebih luas lagi. Sebab, kalau hanya melestarikan, nanti hanya menjadi fosil, tidak memberikan pengaruh, hanya lestari saja," kata Ma'ruf Amin.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polisi Selidiki Dugaan Ancaman Pembunuhan terhadap Dedi Mulyadi
-
Bupati Ratu Rachmatuzakiyah Ajak Warga Serang Tiru Kearifan Lokal Suku Badui
-
Kades se-Jateng Diminta Aktifkan Lagi Sistem Jogo Tonggo dan Siskamling
-
BMKG: Dua Bibit Siklon Tropis di Selatan Jawa Picu Cuaca Ekstrem di Malang Raya
-
MRT Perluas Kawasan TOD Bundaran HI hingga Hotel Kempinski dan Mandarin Oriental
-
Generali Indonesia Hadirkan GEN QuickDischarge, Layanan Proses Administrasi Pasca Rawat Inap Instan.
-
ParPaluta Diharapkan Dapat Mengangkat Harkat dan Martabat Kampung Halaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.